Showing posts with label Sekilas Info. Show all posts
Showing posts with label Sekilas Info. Show all posts

Monday, March 4, 2013

Pementasan Sastra


Kegelisahan terhadap perkembangan sastra dan pelaku sastra sebagai salah satu motor penggerak kesusasteraan Indonesia menjadi alasan utama, lebih-lebih kegiatan sastra di sekolah. Siswa sebagai salah satu bagian dari pelaku secara tidak langsung perlu penyiapan, untuk itulah SMA N 1 boja melaksanakan klinik sastra dan drama, kegiatan yang terdiri dari pementasan tari, musikalisasi dan parade puisi serta monolog drama.sesi kedua dilaksanakan workshop teater. kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2-3 Maret 2013 itu bertempat di aula GSG SMA N 1 Boja.
kegiatan diawali dengan lagu kebangsaan Indnesia raya, kemudian sambutan kepala sekolah dalam hal ini diwakili oleh pembina komunitas sastra Tetas, nurhadi,S.Pd. dalam sambutannya berharap kegiatan klinik sastra menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap sastra Indonesia sehingga siswa akan mampu mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai bekal (lifeskill) dalam aktualisasi diri dimasyarakat kelak.

seklompok penari tradisional dari kelas sepuluh delapan mengawali pentas seni dan sastra sore itu, dilanjutkan dengan teatrikal puisi yang diperankan kelas XI Bahasa. Pantomim ditampilkan oleh 2 siswa berikutnya menambah semarak kegiatan tersebut.
Musikalisasi puisi ditampilkan kelompok "Origami" dari pegiat sastra Kendal sekitar 7 puisi karya nurhadi, S.pd dikolaborasikan dalam alunan indah, puisi-puisi chairil menjadi semakin menarik merdu mengalun diselingi bacaan puisi oleh nurhadi, arief, dan agung ghovinda membuat suasana sore itu menerabas ke dimensi imajinasi. Musikalisasi ini penonton juga diajak berimajinasi melalui ilustrasi  gerakan tarian indah seorang mahasiswa Unnes yang mampu mengilustrasikan isi puisi dengan sangat menarik. gerakkan serta gemulai menjadi suguhan yang sangat indah dan mampu mengajak penonton hanyut dalam imajin masing-masing.

Di akhir sesi pentas sastra tampilah seorang aktor dari drama lab semarang yang memainkan lakon "eksekusi" , dalam sesi ini anak-anak disuguhi dari persiapan awal (make up) dan yang lebih membuat kagum anak-anak adalah saat ia memainkan monlognya, seorang aktor yang dengan cukup panjang memainkan peran dan gerakan sendirian di panggung.
Selanjutnya zoek zabidi sekaligus pemain monolog membimbing para peserta workhsop mengikuti pelatihan drama yang meliputi dramaturgi, keaktoran, tatarias, penyutradaraan dan teknik panggung.

kegiatan diakhiri dengan kegiatan menerobos imajinasi (olah jiwa) yang menjadi bekal para siswa untuk bisa memainkan peran yang bukan dirinya.

Wednesday, December 9, 2009

Sebuah pengakuan

Kesibukan telah bikin aku terbelenggu dalam penjara retorika. Sebuah kenistaan ketika aku melupakan sastra, aku benar-benar tidak percaya. satu bulan penuh aku terombang-ambing institusi dan keformalan. jiwa seni dan sastraku dalam berbahasa pun perlahan memudar seiring keformalan yang sering aku lisankan. kini aku pun kembali merangkak perlahan tuk bangkitkan jiwa yang meradang. maafkan aku teman, apabila abaikan sastra selama sebulan terakhir ini.

Sunday, September 6, 2009

Open Source (antara keharusan dan dilema pengajaran)

Walaupun terlambat akhirnya saya bergabung juga dengan peserta pesantren Sabily. Sebuah pertemuan para guru TIK dan non TIK serta penggiat dunia maya. Bapak Onno w Purbo sebagai salah satu penulis dan pelopor Open source memperkenalkan U Buntu Sabily sebagai produk nasional diharapkan mampu menjadi bukti bahwa cinta Indonesia adalah dengan menggunakan shoftwere nasional. Indonesia sebagai negara berkembang dengan julukan "miskin" ternyata memberikan pemasukan devisa bagi Amerika sebagai penguasa pertama dunia maya melalui productnya windows setiap bulanya.
Open source telah lama sebenarnya diperkenalkan kepada masyarakat tetapi sekali lagi ke-familiar-an windows kembali menjadi kendala. Sekilas peserta yang hadir hampir semua sepakat sudah saatnya kita menjadi negara "Miskin" yang bermartabat.
Bapak Oetomo sebagai Kabid Dikmen dikpora kab. Kendal bahkan telah menyatakan bahwa beliau telah bermigrasi ke Linux (Open Source Sabily) memang perlu waktu untuk memasyarakatkan ini. Peserta lain bahkan juga sangat mengharapkan adanya gebrakan di kabupaten kendal sebagai kota yang berani melakukan migrasi dari windows ke Linux. Guru sebagai salah satu orang pertama yang menularkan segala ilmunya kepada siswa diharapkan menyebarkan kepada puluhan bahkan ratusan siswa. Seandainya ini bisa dilakukan maka kota Kendal akan menjadi kota pertama yang mungkin menjadi icon open source.
Di tengah harapan tersebut ternyata masih muncul dilema, salah satu product windows yaitu powerpoint sebagai media utama presentasi selain flash justru baru saja diperkenalkan dan menjadi media pembelajaran. apalagi bagi mereka yang baru mengenal power point tentunya akan sangat bersemangat belajar.Apakah jadinya bila tiba-tiba dilakukan perubahan secara radikal. Memang sangat ironis apabila beberapa pihak telah melakukan open source tetapi penggunaan softwere windows masih memasyarakat juga.
Kiranya butuh waktu dan keberanian pemangku kebijakan untuk menerapkan hal ini. selain itu juga kelengkapan softwerenya sendiri diharapkan selengkap windows karena apabila tidak lebih baik dari windows bukan tidak mungkin masyarakat akan kembali migrasi ke windows.Mengapa saya mengatakan demikian, karena masyarakat telah dimanjakan dengan fasilitas windows. Kedua keberanian mengubah kurikulum pembelajaran TIK SMP ataupun SMA dari Windows ke Linux. Untuk sebuah perubahan memang perlu korban. Tetapi meminimalkan akibat yang muncul dari sebuah perubahan itu juga perlu dipikirkan.
Kiranya butuh pemikiran yang bijak dan waktu yang tepat guna melakukan open source secara "berjamaah" di Kabupaten Kendal ini. Lepas dari itu semua semoga apa yang telah ada dan yang akan ada dapat digunakan sebagai media pembelajarn yang dapat meningkatkan kualitas siswa.

sebuah catatan dari temu blogger kab.Kendal
weleri 2009

Friday, August 14, 2009

Semarak dan Semangat HUT RI di SMA N 1 Boja














































Tahun ini peringatan HUT RI ke 64 benar-benar beda dari tahun-tahun sebelumnya. Semua pihak benar-benar larut dalam suasana yang heroik, bukan masalah menang kalah, tetapi kekompakan, semangat dan kemeriahanlah yang menjadi tolak ukur kesuksesan peringatan kali ini. Mengambil tema "Dengan Semangat Kemerdekaan RI Tingkatkan Kesatuan, Kekompakan dalam Kinerja Mendidik Anak Bangsa". Lomba beregu sengaja dilaksanakan guna membina kekompakan dan kerjamasama team work. Seluruh warga sekolah menyemarakkan kegiatan ini, Kepala sekolah, Guru, karyawan serta siswa . Lomba tersebut meliputi estafet belut, estafet karung, makan kerupuk, estafet karet, dan panjat batang pisang. itulah moment-moment menarik yang dapat terekam dalam gambar. Hari ini juga masih akan berlangsung lomba2 lanjutan yang pada hari kemarin belum terselesaikan serta besok pagi semarak panggung kemerdekaan diisi pentas seni seluruh siswa dan guru.Bersamaan dengan panggung kemerdekaan di laksanakan juga Donor Darah di Hall SMA N 1 Boja sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.













Monday, August 10, 2009

SMA N 1 Boja Kembali Pertahankan Juara Umum Olimpiade Seni dan Budaya








Sabtu 8 Agustus 2009 yang lalu, SMA N 1 Boja mengikuti olimpiade seni dan budaya yang diadakan STIKES Kendal. Cabang yang dilombakan meliputi 6 jenis yaitu baca Puisi, Pertolongan Pertama, LCC saint dan umum, Debat Argumen, Speech Contets, dan Tari Tradisonal.
SMA N 1 Boja sebagai juara bertahan memiliki beban yang lebih di banding peserta lain. setelah di mulai perlombaan satu persatu mulai kelihatan tim tim yang masuk final dan menentukan siapa pemenangnya. Dari enam cabang SMA N 1 Boja berhasil menyapu rata semua event dengan 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu rinciannya Puisi sebagai juara I, Speech contest juara I,Tari Tradisional juara I, LCC sebagai juara II, Pertolongan Pertama sebagai juara II dan Debat Argumen juara III.

Sunday, July 5, 2009

Memori Bersama Kabut di Puncak Ungaran


Sore Itu 4 Juli 2009 di bawah payung kabut kami, aku dan 20 an mahasiswa yang tergabung dalam KSR IKIP PGRI Semarang melakukan satu ekspedisi ke Puncak Ungaran dalam rangka PTKK bagi anggota KSR. Setelah tiba di desa Medini kami pun mulai menapaki jalan setapak terjal dan berdebu di hamparan pohon teh. Tujuan kami adalah menuju desa Promasan atau yang dikenal oleh masyarakat dengan nama desa Candi adalah sebuah desa terakhir yang merupakan bascampe bagi para pendaki. Langit yang memayungi kami pun tampak pucat bahkan gerimis menyambut perjalanan kami. setelah 2 jam berjalan kami pun akhirnya tiba. Tepat pukul 15.05 kami pun dapat menyandarkan sejenak pungggung dan memanjakan kaki untuk mengembalikan tenaga dan nafas kami sesaat sebelumnya memburu bersama dingin lereng ungaran.

setelah sejenak istirahat dan sholat. kami lanjutkan susur Goa. sebuah Goa peninggalan penjajah jepang.
Sebuah Goa alami di bawah hamparan pohon teh dengan keadaan alami tanpa renovasi kami masuki. Gelap dan pengap pun menyambut kami. Sorotan lampu baterai pun menerangi Goa yang biasanya sunyi. Aura mistik pun membuat merinding tiap kami sorot kamar2 bekas penyiksaan bagi rakyat pada masa lalu.(dikisahkan oleh pak Pasimin salah satu penduduk asli desa Promasan) setelah 15 menit akhirnya cahaya putih terlihat begitu kami sampai di ujung Goa. alhamdulillah kami pun kembali tatap hamparan pohon teh dengan langit hitam dengan hembusan dingin yang makin menusuk pori-pori.


"Pak, jadi muncak tidak.., sudah pukul 01.30." aku pun tersentak karena memang hanya memejamkan mata sekitar 30 menit. Yah aku masih ingat, terakhir aku menguji praktik pada pukul 23.30. Setelah berusaha memejamkan mata karena dingin masih saja mengganggu mata untuk sekedar terpejam. Tepat pukul 02.00 Wib 5 Juli 2009 setelah packing dan persiapan kami pun mulai menapaki jalan terjal berbatu dan berdebu yang menanjak menuju puncak ungaran. Bulan pun terang bersinar menjelang purnama. jadi lampu alam sangat membantu kami dalam perjalanan malam itu. Pohon teh lebih tinggi dari tubuh kami dan jalan setapak yang dalam menjadikan kami seakan berjalan di bawah lorong. Setelah 30 menit berjalan kami pun tiba di pos pertama yaitu sebuah gubug beratap seng yang merupakan tempat beristirahat sejenak bagi para pendaki.


Tantangan semakin berat selepas dari pos pertama dan membuat kami termotivasi walaupun ada satu dua peserta putri yang mulai mengeluh dengan fisiknya, bahkan salah satunya mengalami kram perut.
setelah tertangani kami pun lanjutkan, kabut tebal menghalangi pandangan kami. Biasanya selepas pos pertama kami dapat melihat lautan lampu di kota bawah, ungaran, semarang, ambarawa, salatiga. Tetapi karena kabut benar2 telah menghilangkan pemandangan tersebut. Walaupun demikian perjalanan kabut yang silih berganti tetap memberikan jeda sesaat bagi mata kami untuk bisa menikmati pemandangan tersebut. Pukul 03.30 Wibkami pun tiba di pos kedua atau sebuah dataran kecil di atas batu besar. Disitulah angin kencang semakin mendinginkan tubuh kami. Akhirnya kami berada di lereng seakan di atas awan. karena jelas awan berada di bawah kami. Ttebal putih bergulungan di hamparan mata memandang, berjalan berarak tiada henti dengan jeda kilauan lampu kota dan perumahan yang silih berganti memanjakan mata kami.

Akhirnya pukul 04.12 menit seiring adzan subuh kami pun tiba di pos ketiga atau hamparan sempit di atas batu besar yang berjarak 100 meter dengan puncak uangaran.

Keadaanku sendiri dalam kondisi kurang fit karena cidera otot tungkai atas kiri setelah sembuh dua bulan lalu, serta cidera pergelangan tangan kanan setahun yang lalu tiba-tiba nyeri hebat disebabkan dingin, agak menghambat lajuku yang biasanya leader, tongkat leader pun aku serahkan ke komandan KSR dan kini aku menjadi penyapu ranjau atau penutup rombongan sebagai pengawas di akhir rombongan. Akhirnya bangunan tugu Benteng Raiders dan sebuah tiang bendera kami pandang, yang merupakan puncak tertinggi dari gunung ungaran. Allahu Akbar... sekitar 120 an pendaki telah berada di sana belum lagi yang di belakang kami. Rombongan pekalongan bahkan telah menginap sejak jumat yang lalu. Hawa dingin semakin membekukan darah kami. kami pun survive dengan menyalakan api dan tungku untuk sekedar memasak air guna mematangkan kopi, susu dan mie instan. sementara kabut semakin tebal hingga kami bersabar untuk merasakan hangatnya matahari. Awan bergulung berada di bawah kami dapat terabadikan sebagai kenangan terindah. Hampir semua mata tiba2 menatap arah timur laut saat sinar kuning keemasan mulai menodai awan. jepretan blitz pun terlihat di setiap sudut puncak dan setiap rombongan pendaki. Saat sunrise yang ditunggu pun kami nikmati saat itu. Allahhu akbar sebuah kebesaran dan keagungan Sang Pencipta kembali menggugah keimanan kami.

Setelah puas dengan pose narsis masing-masing akhirnya pukul 06.30 kami pun menuruni puncak guna menghindari jilatan matahri yang menyengat untuk kembali ke bascampe tempat kami istirahat sejenak malam tadi. Akhirnya tepat pukul 08.30 kami disambut kepulan asap nasi di atas piring dengan sayur khas "Jipang" makanan khas desa Promasan, serta segelas teh yang juga mengepulkan asap dengan bau khas daun teh alami membuat kami terasa tiada letih setelah berjalan dari pukul 02.00 s.d. 08.30. Aku pegang gelas dengan menatap puncak ungaran yang tiba2 cerah dengan rasa bersyukur puncak itu telah kami rengkuh hari ini.


Promasan 4-5 Juli 2009

sebuah catatan kecil Ekpedisi Ungaran





Saturday, June 20, 2009

Award Dari Sahabat




Maafkan aku bila baru kali ini aku tampilkan awards pemberian sahabat2ku....


Inilah award yang aku terima dari pemberian mereka... makasih


mudah2an menambah saudara dalam bersilaturahim
sekali lagi makasih dan maaf baru aku pasang

Saturday, April 25, 2009

Wanita Mulia dengan Ketegaran Iman

Antara 9 wanita yang patut dicontohi:
1) Siti Khadijah
- Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan
menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh org2 kafir dan musyrik,
menghantarkan makanan kpd Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira’.
2) Siti Fatimah
- Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya.Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali
karamallahu wajhah walaupun Ali miskin.Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2
berbantalkan lengan Ali.Rasulullah pernah b’kata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah
sehinggalah Ali maafkan kamu.
3) Siti A’ishah
- Beliau isteri Rasulullah yg paling romantik.Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman
dgn Rasulullah.Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas
yg sama
4) Siti Hajar
- Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah.Sanggup ditinggalkan oleh Nabi
Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan.Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail
(Pengorbanan seorg ibu mithali).
5) Siti Mariam
- Wanita suci yg mmg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yg tinggi
sehingga rahimnya dipilih oleh Allah s.w.tutk mengandungkan Nabi Isa.
6) Siti Asiah
- Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya drpd Firaun
Laknatullah.
7) Siti Aminah
- Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah.Mendidik baginda menjadi insan mulia.
8.) Siti Muti’ah
- Isteri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kpd suami,
menjaga makan minum, menyediakan tongkat utk dipukul oleh suaminya sekiranya
layanannya tidak memuaskan hati,berhias dgn cantik utk tatapan suaminya sahaja.
9 ) Siti Zubaidah
- Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid.Sanggup
membelanjakan semua hartanya utk membina terusan utk kegunaan org ramai hanya niat
kerana Allah s.w.t.

Friday, April 10, 2009

Mengenang Kematian, Menginsafi Diri dan Merencanakan Masa Depan

Tahun 2001 merupakan tahun ujian keluarga kami. Keluarga besar kami begitu kehilangan orang-orang yang merupakan pilar kebahagiaan kami. Beruntun dalam tahun tersebut berawal dari dua nenek Buyut, kemudian Kakek, Ayah Senin dini hari pukul 02.30 meninggal dunia. tiga bulan berikutnya Nenek juga menyusul. Mereka semua meninggalkan dunia fana ini dengan kedamaian islami; wajah ayah seakan orang yang tidur, dan Nenek begitu ‘cepat’ sehingga mengagetkan siapa saja yang dekat dengannya.
Kematian bisa datang mengejutkan. Padahal di banyak waktu kita menunggunya begitu tak ‘sabar’. Tentu tak ada yang mengingini kematian saat hidup begitu indah, nyaman, dan mudah; saat seseorang masih mencoba merasa-rasakan nikmat atau puncak kehidupan. Tapi tentu ada banyak orang yang mengingini hidup segera berakhir, saat diri terhimpit begitu rupa. Ditekan kiri dan kanan, dan tak ada ruang untuk bergerak sama sekali; sementara ia memiliki rasa malu sedemikian rupa yang ditanamkan masyarakat padanya semenjak kecil. Saat seseorang benar-benar merasa kecil dan terus dikecilkan.
Namun ada kematian yang begitu damai. Seperti kukenangkan pada ayahku.
Ayahku lahir dari keluarga yang tak bisa dikatakan miskin. Tapi ayahku, seperti katanya pada anak-anaknya, memulai usahanya dari nol, dari dirinya sendiri tanpa bersandar kepada ayahnya—kakekku. Kebetulan ayah seorang guru aktivis kepanduan (pramuka) dan ayah terakhir menjabat sebagai kepala sekolah sebelum dipanggil yang Kuasa. Inilah yang menguatkannya, yang membuatnya begitu tegar menghadapi berbagai cobaan. Ia mempersiapkan semuanya secara bertahap, dalam irama yang diatur sedemikian jernih oleh ‘Yang Mahakuat’. Dan kami, anak-anaknya, kemudian benar-benar diwarisinya ilmu agama, ilmu dunia dan kedisplinan.
Sakit ayahku mengejutkan kami, dengan sakit yang begitu hebat. Ia terserang stroke, dan membuat kami berasumsi sedemikian rupa. Kami—aku lebih tepatnya—mengasumsikan banyak hal, karena banyaknya anaknya dan peninggalannya, sehingga menimbulkan kecemasan-kecemasan dan tekanan mental dengan atmosfir ketakutan. Tapi ternyata, di akhir hidupnya ia meninggalkan kedamaian. Kedamaian yang tampak di wajahnya yang terakhir, kedamaian di hatiku yang ditinggalkannya. Aku merasa begitu tenang saat memandang wajah terakhirnya, seakan hapus semua kecemasan yang tumbuh di hatiku seiring waktu yang berlalu bersama saudaraku yang banyak. Inilah potensi kebaikan, menenangkan. Ayah meninggalkan kami setelah 6 hari di rumah sakit.
Begitu juga dengan nenekku. Ia tak meninggalkan apa-apa, ia tak memiliki apa-apa untuk ditinggalkan, tapi ia ‘pulang’ begitu tenang (meski aku sempat bingung memandang akhir kehidupan begitu dekat denganku.) Sore saat aku mengajar, tiba-tiba hpku berdering dan Istriku bilang nenek sakit dan berpamitan serta mohon maaf kepada semua warga desa. aku kaget sebuah firasat yang bisa aku tebak. Yang Aneh kenapa tiba-tiba, padahal paginya nenek masih menggendong cicitnya (anakku). Setelah sholat maghrib - Isya pun nenek tunaikan, Semua keluarga di suruh tidur dan meninggalkannya. Tanpa kami duga Allah berkehendak lain, nenek pergi dengan ketenangan tanpa kami saksikan sakaratul mautnya. Kami pun tak sempat mendampingi nenek dengan alunan surat Yassin. Alhamdulillah Ayah dan nenek meninggalkan dunia fana ini sudah ziarah ke Mekkah al Mukarammah. Jadi lengkap sudah rukun Islam yang dijananinya.
Apa yang kita inginkan sebenarnya dari kehidupan ini. Ia begitu singkat jika dibandingkan dengan daur hidup yang abadi. Semuanya datang dan kemudian pergi. ‘Urip mung mampir ngombe,’ kata orang Jawa. Apa yang kemudian kita rencanakan dan telah persiapkan untuk masa sesudah hidup kita, untuk orang-orang yang akan mengenangkan kita. Jika memikirkan ini seringkali aku sedih, ternyata hidup begitu sia-sia, sekaligus tak sia-sia jika memandang ada hidup sesudah hidup kita. Hidup anak-anak kita, hidup orang-orang dekat kita sesudah hidup kita berakhir. Dan apakah kedekatan itu, yang membuat seseorang mengenangkan orang lain sesudahnya? Mungkin ialah kebaikan—apa-apa yang kita usahakan baik bagi orang lain. Tanpa pamrih.
Mengenang sebuah kematian mestinya membuat kita menginsafi diri, menyadari apa-apa yang telah kita miliki, usahakan, dan apa yang masih tertinggal—kurang. Menginsafi diri membuat kita memandang ke cakrawala: apa yang tersisa untuk kita di depan sana, apa yang akan kita raih di masa depan, dan bagaimana merencanakannya. Merencanakan masa depan membuat kita berusaha mempersiapkan segalanya, sedikit demi sedikit, untuk kita asumsikan kemudian sebagai kebaikan yang akan kita tinggalkan untuk orang-orang yang akan mengenang kita sesudah kita. Setidaknya begitulah pelajaran yang ditinggalkan ayah dan nenekku.

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa’aafihi, wa’fu ‘anhu.

kugubah seperlunya coretan Kang Hajri untuk
Mengenang Nenek, Ayah dan Nenek Buyut
"Ridlo Allah dan safaat Rosulullah
semoga selalu menerangi Jalanmu"

Saturday, November 15, 2008

Rindu Anak negeri pada Alam

Matahari menyemburat lagi. Meresapkan kehangatan lewat pancaran sinarnya. Langit di timur jauh mulai terbias warna jingga yang perlahan berpendar ke warna kuning. Segala akifitas akan di mulai kembali. Berjuta insan mulai terbangun dan menyibak selimut hangatnya. Membuka jendela, membuka pintu, membuka hati untuk kembali menjalani rutinitas hariannya. Sebagian telah bersiap dengan diri, hendak berlomba dengan waktu, dan sebagian sudah ada yang berkubang di arena persaingan alam untuk mengejar sedikit materi, untuk menyambung satu harapan atas nama kehidupan. Riuh rendah suara alam mulai berbaur dalam satu nada yang bising.
Kami merasa terasing disini, semua begitu kabur. Semua seperti telah terprogram oleh mesin waktu yang sewaktu-waktu, ketika kita mulai lengah, ia tak segan-segan menggilas kita. Kemacetan seperti sudah menjadi keseharian yang bila sehari saja tidak terjadi, justru malah dipertanyakan. Udara yang kami cium tak lagi bersahabat. Air yang kami gunakan untuk mencuci, memasak, dan minum tidak lagi terjamin kebersihannya. Karena polusi telah menjalari semua sisi.
Dulu kami memimpikan kesenjangan disini, memimpikan taraf hidup yang lebih baik, ekonomi yang lebih mapan. Karena ketika di desa, kami selalu di iming-imingi lewat teknologi, bahwa di kota semuanya akan selalu mungkin. Lalu kami berduyun-duyun bagai gerombolan kelelawar keluar dari goa-goa gelapnya, kami berangkat dengan bekal alakadarnya untuk merantau ke kota, dengan berjuta harapan yang menyesaki rongga dada dan terpatri di benak kepala. Kamipun rela meninggalkan tanah kelahiran kami yang telah banyak memberikan ilmu kebijakan pada kami. Yang telah mengajarkan ilmu alam yang pasti. Yang telah mengajarkan ilmu bercocok tanam di waktu yang tepat.
Di desa, kami mendapat ilmu yang berlimpah tentang menghadapi musim, kapan kami menyemai, kapan kami menanam, dan kapan kami memanen. Kamipun belajar banyak untuk memanfaatkan sungai sebagai pengairan. Memanfaatkan tebing bukit sebagai perkebunan tampak siring, dan memanfaatkan padang ilalang untuk mengembala ternak.
Lalu mengapa kehidupan kami diusik oleh kehadiran orang-orang yang mengatasnamakan pembangunan?. Mereka mengumpulkan kami di balai desa, menjelaskan program terpadu yang mereka sebut sebagai pemerataan pembangunan, dengan dalih bisa meningkatkan taraf hidup kami jika kami mau mencari nafkah di kota. Mereka memaksa kami untuk menjual tanah leluhur kami yang diwariskan secara turun temurun. Dan jika kami tidak mau, mereka tak segan menyebut kami sebagai rakyat yang anti pembangunan. Lebih jauh lagi mereka menyebut kami sebagai rakyat yang anti pemerintahan.
Nyatanya semua yang kami terima hanyalah omong kosong belaka. Ketika kami menjejakkan kaki disini, di kota, hanya kebengisan yang kami lihat. Berjuta pasang mata yang mejemput kedatangan kami tampak sekali tanda-tanda yang tidak bersahabat bersemayam di dalamnya. Lantas kami dihadapkan pada kenyataan. Tak ada sejengkal tanahpun untuk kami sandarkan tubuh letih ini. Karena harga tanah disini jauh melambung tinggi dari harga tanah di desa yang kami jual secara terpaksa. Lalu kami terpaksa menjadi penghuni pinggiran kota yang hidup saling bertumpuk dengan para tetangga yang nasibnya tak jauh beda dengan kami. Kami tinggal hanya dengan beralaskan tanah kering dan berdindingkan dus-dus bekas makanan. Itu mungkin masih lebih mujur jika dibandingkan saudara-saudara kami yang terpaksa harus menghuni kolong-kolong jembatan, yang tentu saja akan susah jika musim hujan datang.
Lalu keadaan semakin sulit ketika ilmu alam yang kami dapat dari pengalaman di desa, tidak bisa kami terapkan disini. Para orang tua kami tak bisa lagi menyembunyikan penyakit tuanya karena mereka tidak bisa lagi bekerja. Padahal ketika di desa, tak ada orang tua yang berhenti bekerja sebelum ajal menjemput, meskipun umur mereka sudah lebih dari enam puluh tahun. Karena dengan bekerja, mereka merasa lebih segar dan sehat.
Pelarian terakhir mereka -para orang tua kami- adalah pinggir jalan yang membuat mereka mengais rejeki dari bising mesin kendaraan dan kepulan asap knalpot. Sekedar menengadahkan tangan, atau menyusun tutup botol. Lalu mendendangkan musik penderitaan, dengan harap belas kasihan dari para penderma.
Tak ada lagi yang bisa kami harapkan disini. Kami rasa tempat kami bukan disini. Peradaban kami adalah alam yang banyak mengajari kebijakan. Pijakan kami adalah tanah tempat menyemai benih-benih yang memberi kami harapan. Semangat kami adalah hujan yang menurunkan rejeki dan air kehidupan. Dan, nasib kami adalah angin yang membawa semangat perubahan lewat kesejukan hembusannya.
Kami harus pulang. Kami sadar bahwa kehidupan kami yang sebenarnya adalah di tempat ketika dimana kami dilahirkan dan dibesarkan.
Kami harus pulang. Kembali menata kehidupan yang telah dirampas dari kami. Semoga masih ada sejengkal harapan untuk kami sandarkan masa depan.
Namun inilah kenyataan yang kembali harus kami terima. Disini, kembali kami harus menelan mentah-mentah harapan kami.
Desa kami telah lenyap. Digusur oleh laju pertumbuhan pembangunan yang nyata-nyata tidak memihak kami, atas nama rakyat jelata.
Disini, di desa yang dulu kami tinggali, kami tidak lagi menemukan kesegaran embun pagi yang dulu selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari awal hari yang kami jalani. Kami juga tidak merasakan kesegaran udara yang dulu begitu merasuk memberi semangat untuk menyongsong hari yang lebih indah. Tak ada lagi nyanyian alam yang didendangkan aneka burung yang ditingkahi tawa riang bocah-bocah berseragam sekolah dengan tas ransel di pundaknya. Bahkan tak ada lagi beberapa potong singkong goreng dan segelas kopi hitam di atas meja untuk sebuah jamuan sarapan pagi yang begitu nikmat, tanpa harus khawatir dengan kandungan bahan pewarna, kolesterol, bakteri, lapisan lilin, ataupun bahan kimia lainnya. Semua telah lenyap. Matahari pagi tak lagi terasa meresapi jiwa-jiwa yang rindu akan hangatnya. Hanya tatapan-tatapan mata yang lelah dan air muka yang mengendapkan keletihan, yang sering kami jumpai berlalu lalang di hadapan kami, tentu dibarengi dengan mulut bungkam tak ada tegur sapa, atau sekedar permisi.
Lalu mengapa kami seperti kehilangan pijakkan kami. Tak ada bau lembab tanah yang menyegarkan penciuman kami. Atau suara lonceng dari leher kerbau yang digiring para petani untuk menggarap sawahnya. Bocah-bocah berseragam seperti kehilangan tawanya. Kehilangan masa depannya. Kehilangan cita-cita yang dulu selalu diemban di pundaknya. Mereka kini seperti kehilangan harapan. Terseok, seakan bersekolah hanya akan menjadi beban kehidupan. Tak ada lagi cita-cita. Bahkan mimpi pun lenyap sebelum tidur tiba. Angan dan asa hanya akan menjadi sandaran kecemburuan yang selalu menghantui. Lalu esok, masa depan mereka akan mereka pertaruhkan diperempatan jalan, dengan menengadahkan tangan, dengan dendangan suara parau dan sumbang yang terkadang menyayat hatinya sendiri.
Kemudian, kemanakah ladang kami, tempat dimana kami menyemai benih-benih kehidupan. Lalu kemanakah bukit kami, tempat dimana kami membuat perkebunan tampak siring. Dan kemanakah padang ilalang dan hutan kami, tempat dimana kami mengembala hewan ternak dan berburu. Kemanakah halaman luas tempat anak-anak kami bermain. Kemanakah malam terang purnama yang selalu ditingkahi tawa riang anak-anak kami yang memainkan permainan rakyat sambil menyanyikan senandung lagu yang mengantar mereka menjemput mimpi indah diantara lelap tidurnya setelah lelah bermain.
Itu mungkin hanya sebagian yang bisa kami rasakan. Sementara, kami belum mendengar lagi suara kokokan ayam yang membangunkan setiap insan untuk menyambut pagi. Kami belum mendengar lagi kicauan burung yang menyambut hari, merapalkan doa atas keagungan pagi yang indah. Lalu ketika hari beranjak sore, kamipun tak lagi mendengar bising serangga yang mengantar kami menjemput senja, menjemput pekat malam yang melindungi kami di peristirahatan ketika lelap membawa kami menjelajah mimpi.
Esok, atau di hari yang akan datang, kami tak akan berhenti berharap. Semoga masih ada secuil mimpi yang bisa kami jemput di kemudian hari, dan menjadi sandaran untuk terus berusaha. Semoga angin masih berhembus membawa kabar berita yang bisa membuat kami kembali bersemangat, meskipun harapan itu kecil adanya. Semoga masih ada rintik hujan yang menyuburkan hati terdalam kami. Dan, semoga masih ada sejengkal tanah yang bisa menerima jasad kami, ketika kami merasa letih dalam mengarungi hidup ini.
Kesadaran kami telah terlecut hingga puncaknya, bahwa tak ada lagi yang bisa kami harapkan dari semua perubahan ini. Karena perlahan tapi pasti, toh perubahan akan datang pula. Perlahan tapi pasti, kamipun akan mangkat, membawa pertanyaan besar yang entah kapan akan terjawab. Hanya saja, kami masih diliputi keraguan yang dalam, yang membuat kami masih enggan untuk mati. Satu pertanyaan yang mungkin harus Anda jawab, masihkah ada sejengkal tanah itu? Tempat dimana jasad kami berbaring, menyandarkan letih, dalam balutan tangis dan getir.

"Aku pinjam darimu wahai sahabatku"

Saturday, November 8, 2008

Doa dan Perenungan

Doa Minta Jodoh

Ya Tuhan,
kalau dia memang jodohku,dekatkanlah...
Tapi kalau bukan jodohku,Jodohkanlah....
Jika dia tidak berjodoh denganku,maka jadikanlah kami jodoh...
Kalau dia bukan jodohku,jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,selain aku...
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku...
Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,jodohkanlah kami kembali...
Kalau dia jodoh orang lain,putuskanlah!Jodohkanlah dengan ku....
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dankemudian Jodohkan kembali dia dengan ku ...
"Amin...".

Doa di atas adalah doa terkejam dari seseorang yang sangat mencintai. Tapi coba renungkan dengan sekelumit perenungan di bawah ini

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak seperti yang kamu inginkan dan kamu harus melepaskannya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, yaitu jodohmu.

Thursday, November 6, 2008

Renungan Hati

Laksana dahaga yang merasuk dijiwa… ditegah-tengah padang pasir cinta… hanya cintamu yang mampu sejukkan hatiku… hanya kasihmu yang bisa mengobati dahagaku… sejuk tatapanmu membuatku selalu…. ingin dekat denganmu…. selalu ingin dalam dekap hangatmu… hanya dalam pelukmu kumerasa tenang… andai kau tau begitu bermakna… kehadiranmu dalam hidupku…. cintamu adalah hal yang paling kunantikan dalam setiap langkahku… kutakkan pernah bisa lalui hidup ini… tanpa cintamu…. begitu sepi hariku tanpa kehadiranmu
Keretaku berjalan dengan laju, menelusuri rel-rel berdebu.sorak sorai ilalang dengan rumput-rumput jalang mengiringi.keretaku semakin laju dan ia pun berterima kasih pada angin, yg setia menemani perjalanan ini.keretaku laju tiada henti, membawa harapan dari setiap mimpi, tak terusik panas dan hujan, walau gerbong-gerbong telah keriput membawa sejuta kenangan, saat aku ada di dalamnya terputar tiap-tiap nostalgia diri.keretaku melaju menuju kota tuaku, karena di sana kutaburkan tiap harapan.keretaku... jangan pernah berhenti, untuk menantiku kembali dalam setiap sudut lorong tawa.
Kecupan telah aku berikan pada malam gulita, bulat dengan warna pekat.kotakupun senyap dengan hingar bingar.dengan cahaya lilin tua pada lorong-lorong megah.ternyata... kataku pada bisik malam yg gerah, ini semua fatamorgana, kusam dan usang dari bayang lilin tua.dikota usang kugelar mimpi selimuti gulita, menyusup dari sudut-sudut lorong, mencari cahaya hingarnya kotaku, agar esok dapat kupertontonkan bingarnya.

Dulu kidung itu aku senandungkan, dalam detik yg berbaur angin.meretas jalan di perkampungan, sepi tanpa suluh meski setitik sinar, dan di pertengahan musim penghujan.saat itu aku menuai luka yg tak kusangka.cinta, rindu dan rindu menjadi sayatan nyeri.beberapa lama dalam alur waktuku aku.. terluka menangisi cinta yg tak berwujud, semoga Tuhan arahkan hatinya dalam indahnya ketulusan mencintai dan menyayangi,meski tanpa balas sekalipun.

Tuesday, October 21, 2008

Duka dan Suka

Duka tak mengerti, mengapa Jiwa cenderung mengabaikannya. Jiwa ternyata lebih condong pada Suka. Di mana dan ke mana pun mereka berada, Jiwa selalu saja memperlihat dan memperkenalkan Suka. Jiwa sebegitu membanggakan Suka. Duka merasa Jiwa selalu menutupi keberadaannya. Tak memperlihatkan, membicarakan, bahkan berupaya melupakannya. Padahal, di saat Jiwa ditinggal Suka berlama-lama, Duka begitu setia menemani. Menanti kapan Suka akan kembali, atau turut mencari ke mana Suka pergi. Meski penantian dan pencarian memakan waktu, menguras apa saja, atau hanya sia-sia.
Duka merasa Jiwa terlalu memanjakan Suka. Merasa Suka adalah segalanya. Berkali Duka menyaksikan Jiwa bagai lepas kendali saat bermanja dengan Suka. Sebenarnya Duka tak cemburu, Duka tak ingin Jiwa menjadi lalai. Namun, saban kali Duka mengingatkan, Jiwa justru menyalahkannya. Duka malah dianggap sebagai penyebab perginya Suka.
Duka tak pernah membantah Jiwa. Duka menampung segalanya. Segala amarah dan keluh-kesah. Duka berusaha meyakinkan Jiwa, bahwa Suka pasti kembali, andai bersabar dan terus berupaya. Tapi entah mengapa, Jiwa kembali melupa di saat Suka telah kembali. Jiwa kembali bermanja-manja dengan Suka. Berulang ini terjadi, namun Duka tetap setia menemani.
Apakah Jiwa telah melupakan perjanjian yang mereka ikrarkan di hadapan Maha? Atau Jiwa tak menyadari dan kembali mengulangi sebentuk kesalahan pernah terjadi? Di mana pada awal Jiwa ada dan berada, Duka pun dihadirkan. Maha menyatukan mereka. Sementara keberadaan Suka sepenuhnya ada pada Maha. Namun Jiwa menginginkan Suka. Jiwa merasa hampa, merasa tak sempurna tanpa memiliki Suka.
“Ya Maha, berikan daku Suka, agar sebagai Jiwa daku mempunyai rasa seutuhnya.” Berkali Jiwa mengulangi permintaan kepada Maha. Maha pun berkenan, dengan persyaratan Jiwa harus berupaya dan selalu menjaga.
“Sepenuhnya Suka milikku. Aku hanya memberi seperkian saja, karena kau tak akan sanggup menjaga.”
Lalu satu waktu, Jiwa sebegitu takjub melihat sebentuk mirip dengannya. Sebentuk yang seketika mengusik perasaan. Sebentuk yang tampak sedemikian mempesona.
“Apakah kamu Suka?”
Sebentuk itu mengangguk. Seketika Jiwa pun melupa keberadaan Duka.
Satu waktu Suka merayu Jiwa. Jiwa tergoda. Maha pun murka, karena Jiwa telah melanggar pantangan.
“Aku berikan Suka agar kau selalu mengingatku. Mengapa engkau melupa?” “Ampuni daku Maha.”
“Aku mengampunimu, namun untuk itu engkau harus menjalani satu rentang waktu pada suatu tempat. Duka akan selalu menemanimu. Pada rentang waktu dan tempat tersebut Suka akan berada. Suka kuhadirkan dalam berbagai unsur dan bentuk. Suka adalah rahasiaku. Aku yang menentu dan mengatur kapan kuperlihat dan kuberikan. Aku yang berkuasa mengambilnya kembali. Ingatlah! Suka adalah bagianku, maka jangan sesekali melupakanku.
Jiwa pun mengembara pada suatu tempat menjalani satu rentang waktu. Duka selalu mengisi hari-harinya. Jiwa terpana menyaksikan alam barunya. “Apakah ini seluruhnya adalah Suka? Lalu, di mana Suka yang pernah kurasa? Suka yang menemaniku bersenda-canda?” Benak Jiwa dipenuhi Tanya.

Disadur seperlunya dari "Home Poetry"

Monday, October 20, 2008

Apa Yang Ku Bisa Sekarang

Aku tak tahu lagi kejamkah, sadiskah atau memang kondisi yang memaksa aku harus seperti ini. Angin gunung yang aku harapkan bisa memberikan kesejukan telah pergi entah kemana. Mungkin sindoro sumbing telah rengkuhmu dalam dekapnya. Pesisir tiada lagi mampu berharap, salah dan memang sangat salah apabila aku berharap toh memang bukan hakku lagi untuk berharap banyak padanya. Sindoro Sumbing lebih berhak memilikimu.
Lekuk-lekuk ular jalanan telah aku lalui , kenangan bersama kabut yang dekapku, sedap khas pegunungan masih tersisa di helai rambut hidungku. Gerimis tipis saat kabut memayungi menjadi bagian tersendiri yang selalu terngiang bila hujan turun di pesisir. Keping-keping telah retak yang tak mungkin lagi menyatu.
"Bila kamu disisiku hati rasa syahdu..., satu hari tak bertemu hati rasa rindu....."
Kak Rhoma bersenandung di radio transistor bututku, radio itulah yang bisa mendamaikan hati ini. Aku ingat terakhir bersua denganmu ketika kuku ini kupotong pendek dan kini telah memanjang. Kuku di jariku telah tumbuh seiring kerinduan pesisir pada angin gunung. Tidak akan kupotong kuku ini kecuali memang Tuhan yang menghendaki patah dengan cara apapun.
Aku sekarang hanya berharap salam darimu tuk damaikan perasaanku. aku tak berharap banyak apalagi mendekapmu, seperti saat kau dekap layar biduk berhembus ke samudra, bersama terombang-ambing di tengah debur kehidupan hingga fajar menjelang saat angin pesisir mengusirmu kembali kepegunungan. Memang bukan ikan yang kita harapkan, hanya simphoni kehidupan semoga memihak kita.
Hidup memang harus berani memutuskan. Kau telah putuskan sesuatu yang memang harus kamu lakukan. Doaku semoga angin gunung tetap segar bersama sindoro sumbing. Kini tinggal pesisir bersama biduk mendekap sepi.

Tuesday, September 23, 2008

Inikah yang kau Cari (untuk Lebaran besok)

Di bawah ini Ada kumpulan kalimat-kalimat, pantun, puisi kata-kata buat
SMS saat Idul Fitri Nanti. (pilih sendiri Ya)

Jadi saya sudah nggak perlu kirim SMS lagi ya….. He he he

Maapin segala kekurangan, kesalahan, khilaf saya & keluarga ya..

* * * * * *

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap,
Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih
indahnya kemenangan hakiki, Selamat Hari Raya Iedul Fitri

Selamat Hari …… ,
Marilah Kita saling mengasihi n memaafkan…
Ku tau kau telah banyak berbuat salah Dan dosa kepadaku, sering meminjam
duit n Ga ngembaliin, pake motor Ga pernah isi bensin, tapi tak usah
risau… Ku t`lah memaafkanmu. ..

” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. SMS dikirim
pengganti diri… Memohon maaf setulus hati … Mohon Maaf Lahir Dan Batin
.. Met Idul Fitri …

Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatap
Seiring beduk yg mgema,sruan takbir yg berkumandang
Kuhaturkan salam menyambut Hari raya idul fitri,jk Ada kata serta khilafku
membekas lara mhn maaf lahir batin.
SELAMAT IDUL FITRI

Mawar berseri dipagi Hari
Pancaran putihnya menyapa nurani
Sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Sebelum Ramadhan pergi
Sebelum Idul fitri datang
Sebelum operator sibuk
Sebelum sms pending mulu
Sebelum pulsa habis
Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.
Mohon Maaf lahir Dan batin

Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA.
Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf.
Selamat Idul Fitri

Melati semerbak harum mewangi,
Sebagai penghias di Hari fitri,
SMS ini hadir pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

Sebelas bulan Kita kejar dunia,
Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh Kita gelar puasa,
Kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila Ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.”

Walopun operator sibuk n’ sms pending terus,
Kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka…
Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf…
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas Dan langkah..
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah Ada
Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Met Idul Fitri

Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS
Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel
Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani
MATRIX kehidupan ini…Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.

Satukan tangan,satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari kemenangan Kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin

MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh
Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap
Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek
Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin ..

Berdirilah dihadapan yang Maha Pemurah, dan ketuklah penyesalan. Kau dapati Dia tak pernah lemah kapan pun sang hamba mengetuk pintu taubat untuk kembali fitri. Taqobalallahu minna wa minkum.

From the nobles of deeds to the feeblest of mishaps. We humans are but a droop of sand. Happy Idul Fitri 1424 H. Lets forgive each other to make this wonderful Ramadhan much more wonderful and miningful to all of us.

Ada yang sudah bergegas pergi meninggalkan sekeping jiwa yang senantiasa merindukan bulan penuh kemudliaan Syawal menjelang. Taqobalallahu minna wa minkum.

Hari ini kunantikan sejenak langkahmu, untuk memohon tulus maafmu, atas ucap laku yang tercela dulu. Ku ingin bayang salah yang pernah ada terhapus bersama gema takbir. Mohon maaf lahir dn batin.

Mencari setetes air penghapus dosa terkadang terasa sulit dan berat. Namun bukan berarti tidak dapat dilakukan selagi Allah berkenan. Mohon maaf lahir dan batin.

Sahur hanya tinggal kenangan, beganti malam takbir hari fitri menjelang. Aku datang ulurkan tangan, memohon maaf semua kesalahan. Maaf lahir batin.

Sebulan kita berpuasa, semoga Ramadhan ini kita kembali fitrah dengan ikhlas memberi maaf bagi sesama insan manusia. Mohon maaf lahir dan batin.

Teriring ucapan Taqobalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadhan tahun ini sanggup menghantarkan kita menjadi pribadi yang fitri.

30 hri qta mnanti hri kemenangan ini stelah ramadhan,dihari yg fitri ini mari slg bermaaf2an.Slamathari lebärån minäl aidzin wal faidzin mohon maaf lahir&batin.

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi.Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa.Hidup ini terasa indah jika ada maaf.Taqabalallahu Minna Waminkum…

Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamuSilahkan kesah, kau bukan takdirkuMujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku,dan Allah adalah kasihku.Maafkan segala kesalahan.

Aq Nuwun Pangapura Kesalahan Pitutur Uga Tindakanku Marang Kowe Muga2x Kabeh Dosaku Lan Dosamu Di Lebur Ing Dino Riyoyo, Minal Aidzin Wal Faidzin.. Selamat Hari Raya Idul Fitri

Menjelang Lebaran, Sebelum Sinyal Hilang, Sebelum Operator Sibuk, Sebelum SMS pending mulu, Saya mo ngucapin . Met Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Tuk lisan yang tak terjaga, hati yang berprasangka&sikap yang meluakai hati. Dari hati yang terdalam mengakui segala khilaf, mengharapkan dibukakan pintu maaf. Semoga Yang Maha Suci Meridhoi qta menuju Fitri

Utk Lisan yg tak tjaga, janji yg t’abaikan, hati yang berprasangka &semua sikap yg menyakitkan, minal aidzin wal faidzin mhn maaf lahir batin, slt hr raya idul fitri

IduL Fitri yang agung, seagung kalimat tayyibah, Seagung Dinul Islam yg kaffah. Seagung silaturahmi yang mengandung Cinta dan Kedamaian. Minal Aidzin Wal Faidzin

Mohon maaf jika ada langkah yang menoreh luka, jika ada kata yang merangkai dusta jika ada tingkah yang membuat kecewa. Selamat Idul fitri. Minal Aidzin Wal Faidzin. Taqabalallahu minna wa minkum

Di hari yang Fitri, mohon maaf untuk lisan yang tak terjaga, hati yang berprasangka, janji yg terabaiakan, sikap yang menyakitkan. Met Idul Fitri. Taqabalallahu minna wa minkum!

Bahagia terasa bila segala khilaf &salah dapat saling dimaafkan, sebagai syukur menyambut IDUL FITRI walau jemari tak kuasa menjabat, kata dapat menjadi jembatan

Saat wajah tak mampu bersua, tangan tak mamou menjabat, semoga pesan mampu menjadi jembatan dalam idul fitri, Dari lubuk hati & sanubari , Mohon Maaf Lahir Batin

Rumaos diri seueur kalepatan, neda pangapunten anu sa ageung2na tina samudayaning boh nu dihaja atanapi nuteu dihajana WILUJENG BADARAYA LEBARAN

Sugeng Riyadi Dalem Nyuwun Pangaounten Bilih Menawi Wonten Atur Saklimah Lan Langkah Sapecak Ingkang Mboten Mrenani Penggalih Panjenengan. Taqabalallahu minna wa minkum

Reset khilaf atau Restart hati? Asal jgn dishut down, sedikit error bisa diperbaiki, asal jangan hang, Mohon maaf lahir & Batin…

Untuk setiap bug yang hadir dalam setiap kompilasi,u/ setiap khilaf tanpa breakpoint,mari kita tangkap eksepsi kesalahan kita dengan saling memaafkan

0n tHis bleSsed daY, let’s 4giVe eaCH otHer, let loVe fiLL 0ur hEart and let d pEace leAd ouR souL..Maafin gw y.. HapPy iduL fitRi

I really really really need your forgiviness..it seems my soul cant bare my sins quite much..such a generous of you:D minal aidzin wal faidzin

TiaDa eMbun yG Lbh bEniNg seLain BeningNya HaTi,TulusnYa jiWa MembuKa PinTu Maaf diHaRi Yg FitRi ini.MeT iDuL FiTRi .mOhon MaAf LaHir & bATiN.

Bl raga tak smpt brttap,bl tgn tak smpt brjbt,bl ada kt mmbkas lara&menusuk sukma,smga kt maaf msh trbka,”minal aidin walfaizin”,mhn maaf lhr&batin

SepaTah maKiaN mELukai Hati,aiR maTa b’LinANg&haTi pERiH,,Tp MataHari AkaN bSinAR&JiwA akaN b’bAHAGIA mOHoM MaAf LaiR bATiN yAH

Jrk bknlh phlng qta u/ slg bmaafan.bkn tdk mgkn dri ni mlakukan khilaf dlm bkata&bprasangka. dhri yg Fitri ni dgn hti yg tls m’ucap Mohon maaf lahir&batin

Bila ada langkah membkas lara Ada kt tak sengaja beraroma dusta Ada tingkh menoreh luka Mohon pintu MAAF dpt DIBUKA. Met lebaran,Mohon maaf Lahir Bathin

Jika tingkah hadirkan luka,lisan m’gores dusta,hati m’ukir prasangka,janji berbuah lalai,MOHON MAAF agar bersih d-hari nan Fitri…:-)
Ada ketupat di meja makan Jgn lupa opor ayamnya Mumpung lebaran Maapin aq ya!

Selamat hari lebaran mohon maap lahir batin”dihar yg suc ini kita saling maap2an,maapin ya semua kesalahanku baik perbuatan dan ucapanku.

Sring hati brprasangka buruk,dan tgn bbuat jht.. Hingga tiba saat yg dtggu,utk mgucap maap & bbuat baik. Lisa mgucapkn “sLmT hR r y iDul fitRi” maapin slhQ y..

Reset khilaf atau Restart hati? Asal jgn dishut down, sedikit error bisa diperbaiki, asal jangan hang, Mohon maaf lahir & Batin

Saat detik berdetak tanpa berhenti…Saat mata t’terpejam karna menanti…Terbesit tanya dihati,akankah kau mngerti…,akankah kau pahami…sprti apa hati ini terlukai…sprti apa hati ini tersakiti…Saat pintu hatimu tak terpatrituk kata maaf yg tak terperi

Bila Idul Fitri adalah lentera,izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilafSelamat Hari Raya Idul Fitri

Walau Hati `gak sebening XL dan secerah MENTARI.Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS-kan diri dari ROAMING dosa,kita hanya bisa angkat JEMPOL padaNya yang selalu buat kita HOKI dalam mencari kartu AS dan STAR ONE

selama hidup, kita harus FLEXI-bel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini… dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA.MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Ramadhan membasuh hati yang berjelagaSaatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya
Untuk lisan dan sikap yang tak terjagaMohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.Selamat Hari Raya Idul Fitri

Sayup terdengar takbir berkumandangTanda Ramadhan akan lewatAmpunan diharap, barokah didapatTaqobalallahu minna wa minkumMohon maaf lahir dan bathin

Bryan Adams said “Please Forgive Me..”Rio Febrian said “Ooo.. Maaf, maafkan diriku..”Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2004.”Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku.”Elton John said “Sorry seems to be the hardest word.”Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya nggak sopan..”I said “Minal Aidin wal faizin..”

Bila ada langkah membekas laraAda kata merangkai dustaAda tingkah menoreh lukaMohon maaf lahir dan bathinSelamat hari raya Idul Fitri

Ketupat udah dipotongOpor udah dibikinNastar udah dimejaKacang udah digareminGak afdhol kalo gak Minal Aidin wal FaizinTaqobalallahu minna wa minkum

Sebelum takbir berkumandangSebelum ajal menjemputSebelum jaringan over loadIjinkan kami memohon maaf lahir dan bathin

The holy and beautiful Syawal will come soonThere is no word proper to welcome itExcept the word of pray and forgivenessMy Majesty if you forgive all my faultAnd hope your worship accepted by Allah The God of Merciful and the Beneficent

Orang yang paling mulia adalahOrang yang mau memaafkan kesalahan orang lainBersihkan diri, sucikan hati Di hari yang Fitri ini.

Bulan Ramadhan telah berlaluDan hari Kemenangan telah datangUntuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kitaDari gelimang dosaMohon Maaf Lahir dan Bathin

Berbuat khilaf adalah sifatMeminta maaf adalah kewajibanDan kembalinya Fitrah adalah tujuanMOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Ramadhan telah surutHari yang Fitri telah terbitMaaf kumohonkanAgar hati bersih dari dosaMinal Aidin wal Faizin

Let’s write all the mistakes down in the sandAnd let the wind of forgiveness erase it awayHappy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin

MATA kadang salah melihatMULUT kadang salah mengucapHATI kadang salah mendugaDengan niat tulus suci dengan ikhlasMohon Maaf Lahir dan Bathin

Jika langkahku membekas lara,Kataku merangkai dusta;Lakuku menoreh luka;Dari jeritan lubuk bathinkuDengan ketulusan hatikuKomohonkan maaf lahir bathinku

Taqobalallahu minna wa minkumMinal Aidin wal FaizinMohon Maaf Lahir dan BathinSelamat Hari Raya Idul Fitri

Andai tangan tak kuasa menjabatSetidaknya kata masih dapat terungkapSetulus hati mengucapkanSelamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir & batinRidho Allah dan berkahNya

Menyertai hambanyaYang saling ucapkan maafDan memberi maafSelamat Hari Raya Idul Fitri
Ijinkan saya bersajakUntuk LISAN yang tak terJAGAUntuk JANJI yang terABAIKANUntuk
HATI yang berPRASANGKAUntuk SIKAP yang meNYAKITKANDi hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATISaya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHINSemoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalanNYA

Sepuluh jari kutangkupkanMaaf Lahir Bathin kupohonkanTaqobalallahu minna wa minkumMinal Aidin wal Faizin
Gema takbir bergumpal didalam dadaIdul Fitri seratus meter lagi
Semoga kesucian hatiTidak hanya untuk Idul FitriSelamat Idul Fitri 1427 HMohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami selama ini

Ramadhan akan berlaluJiwa bersih membalut kalbuDengan kerendahan hatiMohon diberi maaf yang suciSelamat idul fitri 1427 HMinal aidin wal faizin

Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun iniKemenangan akan kita gapaiDalam kerendahan hati ada ketinggian budiDalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwaDalam kesempatan hidup ada keluasan ilmuHidup ini indah jika segala karena ALLAH SWTKami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hatiTulusnya jiwa membuka pintu maafMinal Aidin wal faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Suminten wonten pinggir margi sadean kupat bumbune santenPuniko dinten Riyadi sadaya kalepatan nyuwun pangapuntenTaqobalallahu minna wa minkum

Mata bisa salah lihatKuping bisa salah dengarMulut bisa salah bicaraHati bisa salah sangkaDi hari yang fitri iniMohon maaf lahir dan bathin

Jika aku tak memberi maafBukan karena aku tak mau memberi maafTetapi engkau tak punya salahMaaf apa yang harus kuberikan?

Jika aku memberi maafBukan karena engkau meminta maafTetapi karena sepenuh maaf aku berikanSetulus hati, seikhlas niatkuMeski tanpa kau minta

Jika aku meminta maafBukan karena hari ini LebaranTetapi karena Ridho Allah SWTYang telah membukakan pintu kejujuran hati nuraniUntuk mengakui segala khilaf dan alpaDengan segenap cemas dan sesalAku memohon maaf

Mangan sate sak gulene, sego megono bumbu kemirikapan wae lebarane, sugeng riyoyo idul fitritumbar merico kecap asingnyuwun ngapuro lahir lan batin

Kapanpun lebarannya, ucapannya:Taqaballahu minna wa minkumminal aidzin wal faizinmohon maaf lahir dan bathin

Melihat segalanya dengan hati yang bersih, tanpa mengharap pujian manusia2. semoga menjadi Ramadhan yang berkah,& berdo’amengharap istiqamah di jalan-NYA.Taqabalallahu Minna Waminkum…

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqabalallahu Minna Waminkum…

Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu. Silahkan kesah, kau bukan takdirku… mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku, dan Allah adalah kasihku… Maafkan segala kesalahan

“Hari ini adalah hari2 Allah, tidak pantas kita berbangga-bangga dan berbuat durhaka. Ikhlaskan jihad dan harapkan Ridho Allah dengan amalmu” (Khalid bin Walid). Taqabalallahu Minna Waminkum…

..Idul Fitri pada hakikatnya adalah tekad kembali suci, memberi kelapangan, tanpa menuntut adanya sebuah permohonan. Saya insyaAllah telah memaafkanmu..

Umat butuh dibangunkan, lampu2 kebangkitan harus dinyalakan. Dengan “kesadaran” yang kita tekadkan di bulan suci, semoga benar2 menjadi ruh baru penyusun batu peradaban tertinggi…
Pertemuan hanya sarana, niat ikhlas yang utama. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.. Mugi2 kagayuh krenteging ati, karena zaman tak dapat dilawan, KEPERCAYAAN harus diperjuangkan

if(dosa>0 khilaf > 0)printIn(”mhn maaf lahir bathin jg!”);
if(hari kemenangan==true)printIn(”slamet hari raya idul fitri!”);
Dear Friends…I beg ur forgiveness 4 evry mistakes dat ive done..May ALLAH bless us all..Happy Eid..Minal aidin wal faidzin..


Jika hati s’jernih air, jgn biarkan ia keruh, jk hati s’indah rembulan hiasi dgn iman. Ijinkan k’dua tgn b’simpuh maaf…SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR & BATHIN…
Sbening air wudhu, sesejuk iman, sesuci Al-Quran, smerdu alunan zikir, seindah slt 5 waktu.Mhn maaf lhr batin y tmn2. Smoga silaturahmi slalu di hati.

Kutata kalimat t’indah dr bilik2 nurani.Saatny becermin diri, smoga pintu maaf masih slalu trbuka..“TAQOBALLAHU MINNA WA MINKUM shiyamana wa shiyamakum..
Byk uNTaiaN kTa maV d ucapkaN byk d0Sa y6 piNTa d ampuNiTiada SeiNdaH HaRi eS0kSLmT HaRi Raya iedul fiTRi

Spuluh Jari trsusun rapi,Bunga melati pengharum hati,niatku ini stulus hati,memohon pintu maaf dibln yg fitri,kmi skeluarga mengcpkn minal aidhin walfaidhin

Ulel melingkelD ats pagelAnjing pudelNaek skutel…Kalo guw prnhBqn ksel ampe pegel2…Dr lbuk udelYg palg dlmGuw nyselMuuphin saiia iiee
Begitu banyak sms Lebaran yang ada pasaran,namun hanya ini yang asli dari hati (halah!)“Minal aidin wal faizin. Mohon maap ya!lahir juga bathin…”

SincE we’ve beEn kn0wn eaCh other, so many mistakes i madE, so iN tHis hoLy day, i want2say soRry n ihope we cAn go bAck 2the purity…hapPy iduL fiTri

Bila da lngkAh mmbkas lara…ada kata mrngkai dusta,tingkah menoreh luka,Tuls t’ucap mohon maaf lahir btin.Smg qt mproleh maghf!rahNya d hr yg V3 ini ^_~Makasih ya buat temen-temen yg udah ngasih ucapan selamat dan doanya. Adit minta maaf banget buat yg sms nya gak dibales…

Tari zapin rentak MelayuRentak langkah hitung delapanHari Raya di ambang pintuSilap salah mohon dimaafkan

Berdirilah dihadapan yang Maha Pemurah, dan ketuklah penyesalan.Kau dapati Dia tak pernah lemah kapan pun sang hamba mengetuk pintu taubat untuk kembali fitri

Ada yang sudah bergegas pergi meninggalkan sekeping jiwa yang senantiasa merindukan bulan penuh kemudliaan Syawal menjelang. Taqobalallahu minna wa minkum

Lets forgive each other to make this wonderful Ramadhan much more wonderful and miningful to all of us

Hari ini kunantikan sejenak langkahmu, memohon tulus maafmu, atas ucap laku tercela dulu. Ku ingin bayang salah yang pernah ada terhapus bersama gema takbir

Ada yang sudah bergegas pergi meninggalkan sekeping jiwa yang senantiasa merindukan bulan penuh kemudliaan Syawal menjelang. Taqobalallahu minna wa minkum
I would like to aks for your forgiveness if there are some mistakes that i?ve done to you. I?m terribly sorry

Mencari setetes air penghapus dosa terkadang terasa sulit dan berat. Namun bukan berarti tidak dapat dilakukan selagi Allah berkenan. Mohon maaf lahir dan batin

Sahur hanya tinggal kenangan, beganti malam takbir hari fitri menjelang. Aku datang ulurkan tangan, memohon maaf semua kesalahan. Maaf lahir batin

Sebulan kita berpuasa, semoga Ramadhan ini kita kembali fitrah dengan ikhlas memberi maaf bagi sesama insan manusia. Mohon maaf lahir dan batin.

Sebulan kita berpuasa, semoga Ramadhan ini kita kembali fitrah dengan ikhlas memberi maaf bagi sesama insan manusia. Mohon maaf lahir dan batin.Teriring ucapan Taqobalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadhan tahun ini sanggup menghantarkan kita menjadi pribadi yang fitri

Setapak langkah menyambut Hari Suci, Saling memaafkan dalam kelapangan hatiMerajut silaturahmi dalam ridho illahi, Mohon maaf Lahir dan Bathin
Taqabballahu minna waminkum, taqobbal ya karim atas lisan yang tak terjaga, kehilafan yang pernah dilakukan, mohon maaf lahir dan bathin

Menyambung kasih, merajut cinta, Beralas ikhlas, beratap do?a. Semasa hidup bersimbah khilaf, mengharapkan diri dibasuh maaf, Taqaballahu minna wa minkum
Walau jemari tak kuasa berjabat, setidaknya kata masih dapat terucap. Tulus memohon maaf lashir dan bathin ?Selamat Idul Fitri?

Bila IDUL FITRI adl sbuah lentera,kuingin mbuka hadirnya dgn maaf agar ia mnmbus jndela jiwa utk kmbli fitri dr tiap helai kkhilafan.Mhn maaf lhr batin..

Dan bg org2 yg mnjauhi dosa2 bsr&prbuatn2 keji,&jk mrk mrh mrk mbri maaf. Tetapi org yg brsbr&mmaafkn,ssngguhnya prbuatn itu trmsk hal2 yg diutmkn. QS 42:37&43.

Ass.BilaLangkahMembekasLara,BilaKataMerangkaiDusta&BilaTingkah MenorehLuka.MaafknSaudaramuNi.SmgQtMninggalknRamadhanNanSuci DgnKualitas&KuantitasIbadahLbhBaikLg

KtkTakbirBerkumandang,BiarkanJiwaMenataHatiDlmLembarPutih&Suci. KpdKalianYgPernahMenyentuhKehidupanku,MaafkanlahKesalahanYgPernah Kubuat-SLMT IDUL FITRI

Bila IDUL FITRI adl sbuah lentera,kuingin mbuka hadirnya dgn maaf agar ia mnmbus jndela jiwa utk kmbli fitri dr tiap helai kkhilafan.Mhn maaf lhr batin..

M?n?l a!d?n wal F?idZin.. m0h?n m??f L?h!r d?n B@t?n. I pr?y and w?sh U k??p on C@r? and G?0dnEsS.

WALAU JARI TAK KUASA B’JABAT,WALAU WAJAH TAK KUASA B’TATAP,STULUS HATI
MHN MAAF LAHIR BATIN ATS SGL KHILAF: HAPPY IED 1426H TAQABALALLOHU MINNA WAMINKUM.

Tiada kta Seindah Zikir,Tiada Bulan Seindah Ramadhan,Biarkan Tangan Brsimpuh Meminta Maaf Dr Ucapan Yg Menyakitkan.Minal Aidin Wal Fa Idzin.

Karena manusia sering salah, makanya di buatin hari lebaran, agar kita tidak gengsi minta maaf?..(kepanjangan ya?) pokoknya mohon maaf lahir dan bathin

Untuk lisan yg tak terjaga, janji yang terabaikan, hati yg berprasangka, sikap yg pernah menyakitkan.. Maafin y.. Slamat Idul Fitri..

Selamat Idul Fitri, mohon maaf atas salah & alpa kami. Semoga Allah melimpahkan kebahagiaan & kesejahteraan utk bpk/ibu/sdr skeluarga.

Memasuki Idul Firi nan suci tiada kata yang lebih indah selain kata Maaf. Tiada sikap yang lebih baik dari pada Memaafkan. Minal aidin wal faizin.# Aslm, senja ramadhanm lambaikn

ppisahan,bg hmba yg mrindukn rayyan,ya syahru jihad,nantikanku thn dpn..smoga! maaf atssgl khlf, taqobalallahu minna wa minkum!

Gadis menyulam diatas kain. Seindh bunga dlm jambangan. wlu hanya SMS yg saya krm, serasa kita berjabat tangan “MINAL AIDIN WALFAIDZIN” Mhn maaf lahir & batin.

JaMbaNgaN INdaH Lagi bER$eRi,menJadi hia$@N di haR! yaNg F!tR!. $M$ d! kiRiM peNgg@Nt! d!Ri,ceRM!N daR! s!L^tuRaHm!. mOHON maaF LaHiR batH!N

Kadang telinga kami salah mendengar, lidah salah mengucap, pikiran &hati salah mengira. Mohon dimaafkan sgala khilaf tutur&sikap, Selamat Idul Fitri.

Tiada kata yg terindah utk meluapkan samudra khilaf dan khalaf dihari yg fitri selain “Minal Aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin

Ramadhan suci usai diujung subuh. Fitri ganti b’semi. Gemuruh kemenangan m’hias nurani.. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir&bathin..