Literasikan hatimu dengan membaca dan menulis karya. Hiasilah hidup dengan bersastra.
Thursday, February 24, 2011
awan dilangit pesisir malam ini
tanpa lentera purnama, kunang-kunang tertatih
parau gagak dan cericit kelelawar tawarkan senyap
terserak kenangan diantara dedaun melayang
terhembus angin menyisir kata, frasa siluetkan makna
hempas ombak masih sisakan sajak yang belum usai
pesisir ruangkan hamparan lembut tuk tuangkan cerita
merayap awan gelap rangkai alur hingga titik penantian
aku pun terpekur diam hempaskan kata dalam sajak kita
Saturday, February 19, 2011
purnama di bulan februari
kelopak itu telah merekah seiring benangsari dibuai purnama
bersama awan bak jamur cakrawala dininabobokan angin malam
sajak hanyalah wakil hati tuk habiskan malam bersama purnama
Friday, February 18, 2011
diam adalah luka
Tuesday, February 15, 2011
Pagi kala Gerimis Menyapa
mendung akhiri perjalanan mentari
saat hati gersang, penuh debu kerinduan
seperti oase, bayangmu hadir bawakan aku
semangkuk kata-kata untuk sajakku
bayangmu buat aku tertunduk, merenung dan menatap
jauh menelusup mengalir dan menyatu dikornea indahmu
hingga tenggelam dan hanyut dalam buaian sajak
saat kututup mataku, terbesit hasrat
menenggelamkan bayangmu jauh ke dalam sajakku
saat ku yakinkan hati
kau mampu hadir ditiap kata, frasa dan klausa
selalu ada yang memaksa aku
untuk membawamu serta dalam tiap sajakku
Saturday, February 12, 2011
Sepucuk Daun Mekar di Ranting Kering
Sepucuk daun tlah mekar di ranting kering
dalam kesendirian daun bergelantung
sembari merapal azimat rindu
melumat sejuta rasa di dada
dan ku tuang dalam sajak bersama kupu-kupu putih
di ranting kering itu
sendiri berteman desau angin dan bulan separoh
ada kerinduan semakin meletup
pada senyuman membayang di mataku
tentang daun mekar di ranting kering
tentang rindu mendekap kata dalam sajakku
Thursday, February 10, 2011
Di Pesisir Ini Kembali Kumerindumu
Mengalun suara sukma terhirup aroma nafas berbalut asa
wangi merekah di taman asri
embun gemercik bertabur elegi menyambut hari
Pesona pagi membahana tersketsa gairah
alunan semayup mengayuh sepanjang takbir terukir doa
maha karya sang pencipta dalam lukisan cakrawala
detik menggelinding dalam detak jam dinding
dingin hempaskan segala kerinduan
berirama senada nyanyian syahdu
aku pun terpekur pada sajak
Friday, February 4, 2011
Purnama pucat rindukan pelangi
Kau dengarkah desah angin pada reranting kering
senja itu rintik masih saja menghujam menggigilkan kelopak hati
kebekuan purba dalam jambangan merintih lirih
menorehkan goresan dua hati di sayap kupu-kupu
purnama tetap pucat meradang rindukan pelangi bersama kunang-kunang
Lihatlah bulan masih saja sembunyi direngkuh kegelapan
pucat hanyut diterpa angin malam
selaksa sajak bersahutan di tiap lekuk ranting kerinduan
mengerang rindu di sudut korneamu
purnama tetap pucat meradang rindukan pelangi bersama kunang-kunang
Monday, January 31, 2011
Denting Rinai dalam Cawan Hati Berkabut
Celoteh rindu menginggau dalam letihku
kujemput rindu dan kutorehkan dalam sajakku
terkapar di relung hati yang purba,
merangkai sajak, menggumam lisan berderak
hingga kelu lidahku
kau maknai saja sajakku yang bertutur gagu
aku hanya ingin biarkan degup jantung kita yang bersahutan,
mencipta sajak baru
Pada mendung langit ini maknai sajakku
kepurbaan beku menyumbat di imajinasi
tersketsa alis matamu
sebait sajak luka yang mencoba sapamu
menjadi simphoni bara dan lara
Tapi tak ada sahut terdengar,
tiada tangan kau genggam semua kelam
kubayangkan angin membadai menyambar sukmaku
di sepanjang musim kurindui desah dalam sajakku
Sudah tak perlu lagi kau maknai sajak-sajakku
rumah bambu dan selimut sepi, teriris suara kicau diantara rasa
Kenangan kini menjadi sepotong syair
terdampar di tiap detak dan detik serta tanggal membisu
bersama pasir di pesisir menyisiri gemuruh badai nafasmu.
malam menjelma jeritan air mata
dan tak ada yang dapat memaknai sajakku
rindu itu menunggu, menjerit, menembus pucat cakrawala
hingga langit terkepak di sayap burung gagak
gerimis debarkan degup dengan mantra-mantra lelayu
terperanjat lalu menjerit saat malam berpeluk.
Sediakah rindu usang ini sejuk oleh bening rasamu
meski kata, frasa dan kalimat dalam sajakku.
Sunday, January 23, 2011
Berderak pada Sajak
hingga lubang luka menganga membiru dan membatu
lengking burung gagak mengusik tiap liang usik senyap
dalam gelap rasa menginggau
lirih suara parau tak terabjad terucap tertekan dalam
sudut otakku
berpilin bagai labirin membentuk relief relif ilusi tentangmu
rembulan tetap terselubung mendung
imajiku tersulut pada retak malam
terpaku saksikan serpih rasa terserak angin mendesah menggamit resah
kaku pun berderak terhenti pada alur yang takluk pada sajak.
Friday, January 21, 2011
Drama Kehidupan
Tuesday, January 18, 2011
Kau dan Makna dalam Sajakku

Kucetak jejakmu di tiap lorong labirin jiwa dan hatiku
bisa kua lihat sajakku tetap kutulis dengan bahasa kalbu
Akan kutulis tentang jejakmu
selaksa sukmamu meradang dan dukamu meredup
Pandanganmu pada masa depan adalah asa
lihatlah pada tiap indah kalimat sajakku
akan terlukis lembayung dalam langkahmu
pelangi indah warnanya, selaras irama rasamu
jejakmu kan beri makna dalam sajakku
pada setiap lembut tutur sajakku berharap rembulan berpihak
hingga terang semua kenangan di bening matanu
jejakmu kan beri seribu makna dalam sajakku
Saturday, January 15, 2011
Bersama Dingin Senja Ini
Selambai dingin senja ini
terlukis rajutan memori
tersketsa wajahmu
yang tertanam menjadi satu warna
dalam ruang memoriku
bersama dingin senja ini
luruh asa berpayung mendung
Friday, January 14, 2011
duka malam duka hati
Menusuk malam hingga ke ulu hati.
Perih yang menyeruak,
bagai nisan di pekuburan hati, koyak asa yang berdenting,
Hingga luluh lantakkan mawar di atas pusara jiwa
