Thursday, April 10, 2014

Aku saat ini

"aku ada dan selalu ada untukmu
tapi di saat aku sangat ingin bersandar sejenak di pundakmu
entah kau di mana saat seperti ini"

belajar dari kearifan matahari
belajar dari keikhlasan rembulan
itulah aku saat ini

Friday, March 28, 2014

Pada Gigir Purba sang waktu

semilir di akhir maret menghembuskan wangi mawar
ku bingkai dalam jambangan rahimmu
pada gigir  purba sang waktu
menyatu mendayung nala menuju muara asa
 
tipis halimun selimuti waktu
terus berdetik membisu pada almanak usang
catat jejak yang tertapak pada biru hari
seperti rahim berselimut ketuban
menyatu dalam balutan kerinduan



Sunday, March 16, 2014

Sunday, March 9, 2014

Dalam Semangkuk Halimun

simpul mencercah dalam ranum manismu
bersua rasa semilir iringi asa
gema itu menggaung dalam semangkuk halimun
sibaklah
kan kau dengarkan
bisikkan itu
selalu
menyusup kisahkan
randevous puing puing terserak

"D"
2014

Mungkinkah

Nala ini mulai sarat  gugusan cerlang
terang lindap
bak berselimut halimun
di antara gema puing anglocita
perlukah kusibak simpul masygul
tuk bersua dengan eraman suar

"D"
2014

Saturday, March 8, 2014

Gigil Pagi suatu hari di Sudut Braga

Kucumbu dingin dalam gigil angin Bandung
menatap atapatap berhias kerlipkerlip
diantara julangan tower, menara masjid agung
gedung-bertingkat kulihat sungai jalanan mengular,
merambat kendara disepi pagi
hiruk pikuk sepanjang braga berganti sepi
dibalik jendela gino feruci, aku hanya bisa menatap

Braga, 6 Maret 2014

Mengalir Rasa

Getar karang tergempur ombak
mengalun cressendo dalam buai lembut semilir
bergejolak dalam marcata

tiada camar menari
entah
luruh dengan cergas

seumpama lava
menyeruak dari kepundan
bagai karam ditelikung asmaraloka
tercecap sari tebu
dalam sajak menjelma wajahmu




"D" Boja 8 Maret 2014

Thursday, February 13, 2014

kupu-kupu kecilku

Setelah diammu dalam balutan kepompong,
Kamu pun terlahir dalam keindahan

Wednesday, February 12, 2014

Sebab Aku Diam

Hening sunyi di lorong waktu
Terdiam aku terkatup bibir eja nama
Sementara gerimis masih tingkahi daun daun
bersama cumbu angin gemerisik menelisik sepi

pena, kertas, kursi, meja
almari membisu
sebab aku diam

terbang angan sapa hampiri rasa
masih saja ada yang terlewat
hening tiada mampu kuungkap

Tuesday, February 11, 2014

Diam merindu dalam Luka

Kembali aku rapalkan rindu pada usang persemayaman waktu
kumencari luka yang pernah kutulis
serasa guratan itu masih membasah pada pipimu
kumencari cita, renyah tawa, dan manjamu
masih juga kutemui setapak bening pernah melintas
membelah dan bergelayut manja pada sudut bibirmu

kucoba hadirkan suaramu lewat angin, yang ada
nafasmu memburu bersama deru waktu
kucoba satukan bayang serupa wajahmu
yang ada tatapan sayumu, diam tanpa kata

Saturday, February 8, 2014

Arungi Titik Randevous

Berlari merengkuh bayang pada ratusan kilometer jejak
ada denyut menggetar pada pasir berbuih tipis
serupa merindukan terik pada mendung
bergelantung pada sayap kupukupu putih sibak waktu
arungi titik randevous
masih adakah aku di sana

Friday, February 7, 2014

Aku Lahirkan Sajak dari Wajahmu

Ingin aku teteskan serupa bening
agar menitis pada dahimu
mengalir
menyibak pipi ranummu
hingga bersemayam pada lesung pipi itu
aku inginkan senyum rekah bibirmu
agar aku lahirkan sajak dari wajahmu

Sunday, February 2, 2014

Kupilih Kata

Kupilih kata kujadikan bantal semalam
kau pun datang sambangi aku dengan sapamu
kau bilang kangen, kembali kusulam kata kujadikan selimutimu
kau pun lelap dalam mimpimu
kata pun mendenting di atapku
satu dua bahkan ratusan kata semakin sering
serupa kangen yang kau ucap semalam
serupa nafas, aku tak bisa lepas dari kata
ya, kata kan jelmakan makna
makna atas bantal, selimut, mimpi, denting, nafas
bahkan yang belum terucap
kupilih kata ingin kujadikan payung
karena denting sejak semalam masih deraskan kata