""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 29 Mei 2013

Sebelum Gerimis Merintik

sekejap pandangmu hempaskan rasa
bersandar pada pundakmu mencari setapak
nanar terpenjara cahaya pada simpul ranum
mencari makna pada senyum kerinduan

sekejap pandangmu rebahkan kata
berlembar kenangan tergelar
pada ombak cerita berlabuh


sekejap pandangmu satukan rasa
pada senja berselimut mendung
sebelum gerimis merintik
pandangmu menghilang
kecup kabut malam menjelang

Jumat, 03 Mei 2013

Nang Ingin Belajar Tenang

"Mak, mengapa kita ada di sini"
Nang tiba-tiba bertanya pada emak senja itu
Emak masih asyik saja dengan piringan cd lagu pilihan
suara memekakkan telinga masih menggema
di sepanjang gang perumahan itu

"Mak, aku pengen tinggal di rumah seperti teman-teman
ada halaman, ada pohon, ada burung dan menghadap sawah Mak"
Masih saja Emak asyik memilih lagu dari pembungkus cd bajakkan
Pelantang suara itu pun sudah di tangan Emak
Musik  perlahan mengalun dan Emak asyik mendendangkan lagu

Nang berlari ke kamar karena tak tahan dengan suara keras irama melayu
"aku hanya ingin belajar dengan tenang, aku hanya ingin seperti kupu-kupu
terbang dengan sayap yang indah suatu saat nanti, aku ingin seperti di sekolah,
tapi mengapa mak tidak pernah mau mengerti "

Sementara di luar kamar emak tertawa riuh
bersama tamu yang datang silih berganti kembali menyeruak
bau minuman denting gelas terdengar di sela-sela nyanyian Emak
"aku ingin bertanya pada siapa mak, Nang banyak tugas,
nang tidak hanya butuh uang Mak, Nang butuh bimbingan, 
Aku ingin Emak menjadi guru bagi masa depan Nang"

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...