""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 16 Januari 2017

Tautan Rindu

begitu dekat......
isyarat matamu jatuhkan aku pada
kata tak terucap
dekap sajak indah bibirmu
berhimpitan frasa gubah makna
sebab langit kuasa tampung tatapanmu,
tautkan rindu
senja pun enggan beringsut
sajakku melangit meruang pada hatimu

Gigil Sepi

Kucumbu dingin tajam menyesak
kurayu hingga hembusan terakhir menari di luar pintu
ingin kubiarkan hasratnya
gigilkan sisa-sisa penatku
di sini di ruang ini aku
menyulam sepi

Senin, 08 Agustus 2016

Terpenjara Hujan

Sepenggal senja t'lah bawa aku pada ruang syahdu,
mengecupi sepi dalam buai dingin ruang,
seperti hari lalu kau bermain dalam kenisbian,
luruh ranting kerinduan jatuh satu satu,
iringkan rintik menderas arungi lorong sunyi mencari seuntai kata.

Simponi Embun

Pekat rebah menyusup peluk malam
ku eja kata yang melekat di tiap labirin otakku
kau pun berikan belaian lewat tetesan satu-satu
di tiap denting atap kerinduan
dingin alirkan sajak-sajak malam tanpa rembulan
ruh itu meruang
paksa kata-kata terjalin dalam sajakku
meski bulan tak hadir indahkan langit,
tapi kuyakin
esok embun kan tetap teteskan bening di ujung ilalang

Rebah pada pundak waktu

Rekah dari seraut wajah
selengkung senyum pesonakan detik
pada sebuah tatapan waktu
risaukan relung-relung hampa
pun nyata bukanlah sebuah mimpi
Kau terlalu kuat dan aku lemah menjauhimu
Jangan sembunyi di balik rerimbun waktu
rebahlah bersama sajak rindu