""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 21 Agustus 2009

SAJAK DI AKHIR SYA'BAN




SEIRING TERBENAM MENTARI DI AKHIR SYA’BAN,
SEMBURAT MERAH PUN TERURAI SAMBUT KELAM
SYA'BAN PUN BERLALU BERSAMA RIAK DI PESISIR
BIDUK TENGADAH BAK TELAPAK MEMOHON


RAMADHAN PUN TERBUKA
SEGALA BERKAH SEMOGA TERCURAH
SEGALA KHILAF TERHAPUS
DAN SEGALA RAHMAT BAROKAH BUAT KITA


AKU TULIS INI SEBAGAI GANTI JABAT TANGAN,
MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKHILAFAN.
MARHABAN YA RAMADHAN

6 komentar:

Ruri mengatakan...

pertamax...
sajak yang sangat menyentuh..

marhaban ya ramadhan.. selamat menunaikan ibadah puasa.

salam kenal.

Ateh75 mengatakan...

Tak selamanya hati seputih awan.Tak selamanya jiwa sebening embun .Bila mulut salah berucap ,tangan salah berbuat.Terimalah walan tak sempat berjabat.Semoga Ramdhan thn ini lebih baik dari thn sebelumnya dan diridhoi Allah..marhaban ya ramadhan.

NURA mengatakan...

salam sobat
sajaknya bagus dan menyentuh hati nich

selamat menunaikan ibadah puasa.

irmasenjaque mengatakan...

Marhaban ya Ramadhan...

mohon maaf sepenuh hati karena terkadang kata dan kalimat tak sesempurna langit di bulan ramadhan,selamat menjalankan ibadah puasa...

KOKON9LOVE mengatakan...

Selamat menunaikan ibadah puasa...semoga amal barokah kita dapat di terima Allah SWT...Amin...

Puisi yang bagus dan indah sungguh puisi yang kaya akan tata bahasa...
Sukses selalu .....

Shin-kun mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

Salam kenal sobat, hehehe...
sajaknya keren...

Semoga silaturrahim ini berlanjut, selamat menunaikan ibadah puasa :)...

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...