""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 07 Desember 2014

Aku Mantrakan Puisi

Aku mantrakan puisi padamu
Kulantunkan pada langit kurapal pada angin
Meniti menit bersandar pada pundak waktu yang enggan mengerti
Sebelum akhirnya sampai pagi menjemput
Aku mantrakan puisi padamu
Agar teduh bersemayam mekarkan mawar
Sebelum fajar berbisik malam terbirit di penghujung waktu
Aku mantrakan puisi padamu
Agar kukecup bayangmu
enggan kuberbagi pada malam
ingin kurengkuh purnama di balik mendung, kuikat dengan rambutmu
Pun senyum itu merekah lelapkan puisi menyudut di hatimu
2 desember 2014

1 komentar:

joni mengatakan...

ingin kurengkuh purnama di balik mendung, kuikat dengan rambutmu


seberapa panjang rambut buat mengikat purnama hehe

#just for joke gan
terlepas dri itu pujangga punya pemaknaan sendiri dalam setiap kata uang dituliskannya hehe

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...