""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 19 Agustus 2015

rebah senyum sebait puisi


Rekah dari seraut wajah
pesonakan detik
pada sebuah tatapan waktu
risaukan relung-relung hampa
pun nyatabukanlah sebuah mimpi
di balik kerudung kau pancarkan

Kau terlalu kuat dan aku lemah menjauhimu
Jangan sembunyikan di balik rerimbun waktu
rebahlah bersama sajak rindu

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...