""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 03 Oktober 2009

Bayangmu Memudar bersama Rinai di Pesisir

kusulam khayalan pada tirai tirai gerimis senja ini
menata wajahmu di mendung pekat,
sekeping demi sekeping, kurekatkan kenangan
menjelma sempurna paras dan korneamu
kubingkai parasmu dalam tiap jengkal rindu
kusulam di sudut hati

“Lihatlah bulan dan mentari bersatu di langit yang sama”
bisikmu lirih terbata-bata
Tapi senja ini bulan dan mentari tak saling sapa
terkukung dan berselimut mendung

seketika, air matamu meleleh menjelma
bagai riak pesisir menghanyutkanku jauh entah dimana
asa kita karam tanpa ada biduk entaskannya

kupahat sosokmu pada derai gerimis
tiap serpih mimpiku selalu harap bersama
semuanya berlalu dan sirna bersama desir angin pesisir senja ini
“Percayalah, bila kau ada di korneaku
berarti aku pun bersemayam di korneamu ” bisikmu pelan

bayangmu memudar bersama rinai senja di pesisir

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...