""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 09 Agustus 2011

Rembulan Kerontang

Kuingin Kau pandang rembulan malam ini
sepuluh ramadhan terang hiasi langit
sepotong rindu mengambang pucat memudar
sepi tanpa sapa mesramu

aku masih berenang dalam telaga rembulan
serumpun senyum mengembang dilangit
tapi hambar bersama pucat hati menyeluruh

terserak kenangan dalam catatan sajak
terserak rindu menyeduh semangkuk pilu
melati yang kuselipkan akankah mengering
layu dan tergolek dalam buaimu

kupandang bayang belah korneamu
tersimpan sembilu kepingan rindu
kini tak lagi kubaca kata mesramu sapa candamu
dulu selalu ada dalam tiap pandang matamu

rapuh melebur kerontang rembulan masih mengambang
akankah terbuang sia-sia rindu terhapus angin
tercampak tanpa purnama
melebur bersama kata-kata menyapa bisu

1 komentar:

Liverpuldian mengatakan...

ya ya ... keren ...di tunggu kunjungannya di http://majupendidikanindonesia.blogspot.com/

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...