""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 03 Maret 2012

Lukisanku dalam Ruang hidupmu


Menggeliat waktu seiring remah-remah embun di pucuk daun, pagi ini ada sedikit yang berbeda dengan senyummu. Menatap seraut wajah yang berdiri kaku dihadapanmu. Membisu kau memandangku, aku hanya terdiam tak mampu berkata.

Berlalu angin membelai lembut halus kulitmu, Kurasakan ada yang berbeda denganmu pagi ini. Senyum tak semanis kemarin saat menatapku. Bahkan langkahmu pun tak semantap langkahmu dulu. Beban semakin perberat langkangmu, seakan menjadi milikmu semdiri.


Jam dinding masih berdentang. berkaca korneamu menatapku. Bibirmu bergetar hebat tatkala tanganmu menyentuh wajahku. Isak yang sekian tahun kumengenalmu tak pernah kulihat kini pecah seketika. Sesuatu yang hebat telah mengubahmu.

Aku hanya terdiam, karena aku hanyalah sebuah gambar usang yang menghias pekuburan waktu. Gambar yang pernah kau semayamkan dengan pigura terindah dalam tiap detik yang berdetak dalam hidupmu. Kini aku hanya bisa memandang bisu dirimu dalam ruang kosong dan hampa disetiap hidupmu.

"Catatan Usang
tentangmu"
Maret 2012

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...