""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 21 Februari 2012

Kueja Kata


Menatap langit, sepi dan senyap,
gerimis tak lagi meruncing
entah apa yang terngiang, bulir-bulir rasa mengalir
kutemukan kembali jejakmu yang memudar
bagai temukan kamus tuk maknai kalimat dari catatan usang
ingin kuajak kau berziarah di pekuburan waktu
di atas pemakaman rasa yang kau anggap mati

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...