""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 10 Juli 2012

Adalah Luka

langit biru pucat merona
kelabu temaram tanpa purnama
luka abadi bersemayam menggema
riuhkan teriakkan rindu dalam gigil kemarau

pada pasir kutorehkan kata
biar angin singkirkan eja tanpa makna tersisa

pada batu pun tak pernah membekas
entah pada apalagi kan kuungkap luka

ada luka pada rasa menyesak
memboreh, mengoyak hati
luka menganga tanpa sempat kuraba

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...