""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 22 Oktober 2014

Gerimis Pertama

aroma tanah basah menyengat
menyeruak iringi gerimis pertama
mengalir perlahan melata mencari celah tanah
merembes peluk bumi, selimuti senja gelap berarak
menapak jejak, tapak terukir, lumpur menoda
hari kian merangkak cepat bawa malam tinggalkan senja
masihkah sudi kau me-Roh dalam tiap sajakku
sedang sapa hati tlah tinggalkan bibirmu
aku masih saja sandingkan wajahmu
pada tiap sajak yang kutulis
walau kini tak lagi bisa kucerita
manja pada bahumu


Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...