""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 07 November 2014

purnama tak sempurna

purnama usung keranda menuju sunyi pada kliwon pertama bulan november
rapi terbungkus waktu pada kesekian kali luka kau torehkan
duka bertumpuk pada jasad hati, bukan tumpah air mata iringi malam
purnama usung keranda menuju sunyi pada kliwon pertama bulan november
genap duka teriring rapal sesal yang takkan kembali genap pada limabelas almanak jawa, purnama pucat berselimut tipis membuai langit

riwayat suka tiada tercatat, tiada terulang dalam pandangmu
tangis nostalgia membolak balik detik iringi kepulangan hati pada sepi
tubuh ringkih rubuh tertusuk lidah pada purnama kesebelas tahun ini
tiada perlu lagi kau rapal rindu untuk ziarahmu kelak
purnama usung keranda menuju sunyi pada kliwon pertama bulan november
meniti setapak pada titiktitik luka, meremang singkap alur tanpa ending sempurna
esok kan tiada lagi lembar putih berisi ceritamu, kau t'lah dapatkan gambarmu, sketsamu, bahkan sosok yang dapat kau jadikan sandaran pundakmu
purnama usung keranda menuju sunyi pada kliwon pertama bulan november
alunan azan menggema bersahutan dari surau ke surau
alunan sholawat antarkan jasad tak berwujud terkafani luka rebah dalam sajak mengantar purnama tak sempurna
6 November 2014
Di2k

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...