""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 18 Februari 2010

Hujan Senja Ini

Hujan masih rintikkan tetes satu satu
kabut membadai bergemuruh terpa wajahku
beringsut tubuh ini merapat di tembok bisu
dingin senja itu tlah kurung aku dalam sketsa kenangan

Hujan memang penuh pelangi kala sinar rasa
terangi kecepak air di awan
tersketsa keindahan dirimu dan diriku
menggenggam hujan disetiap lekuk langit
hingga sentuh sudut cakrawala dipucuk pohon pinus

Hujan tlah hadirkan kembali
wangi khas yang kau tebarkan
hingga menusuk jauh kerongga hidungku
seperti saat kau berjalan dalam tudung jaketku
hindari hujan agar tak menampar parasmu

Hujan kembali kau temani aku senja ini
kenangan di sudut jalan yang pernah kita lalui
tersketsa dalam bingkai kerinduan
dalam hujan senja ini kembali aku lukis bayangmu

1 komentar:

SAWALI TUHUSETYA mengatakan...

sekarang ini hujannya malah makin ndak kenal waktu, kang aak. setiap saat hujan bisa terjadi. bahkan jabar malah dah banjir bandang.

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...