""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 15 November 2014

Puisi Kenangan Tentangmu

luruh bayangmu menyublim meruang pada dingin senja
pun aku pungut satusatu sketsakan senyum walau tanpa suara
mengendap harum tubuhmu menyusup hangatkan sunyi
meremang siluet labuhkan senja pada kedua pipimu
rengkuh rasa penuh rahasia berlarian menahan mendung
agar sisa purnama terangi ronamu, simpulkan senyummu

pun persimpangan terus berlalu
kesumat semakin bergetar
bergumul detik detak berdegup alirkan puisi
puisi kenangan tentangmu

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...