""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 30 Januari 2015

Bendera itu Setengah Tiang sekarang

Indonesia raya berkumandang begitu bel tanda masuk dibunyikan.
Kutatap wajahwajah penuh harapan.
Tegak dan gagah kalian lantunkan, sembari memandang bendera di sudut ruang.
Kepalaku pening tibatiba angin berputar merasuk dan membuncah suasana,
denging semakin kencang menyusup di telinga
"Hukuman mati, koruptor, narkoba, polri, kpk, kurikulum,
pembunuhan, artis kawin cerai, pamer kekayaan, politik,
demokrasi membusuk, bencana, kemiskinan, racun televisi"
Kutatap kembali bendera diakhir lagu,
perlahan bendera itu turun setengah tiang,
kubuka lebar mata, berkedip dan benar bendera itu berhenti setengah di sana.
Aku hanya bergumam tanpa bs kuucap
"PR mu semakin banyak di masa mendatang anakanakku"
seiring syair "hiduplah INDONESIA RAYA.....
(28 Jan 2015)

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...