""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 04 Agustus 2016

Harus bagaimana Aku?

Harus bagaimana Aku
Duka itu kian kelam, pekat dan memburam
kesekian berita menghampar
lembut kau balas dengan menyepelekan
kasih sayang kau balas dengan melecehkan
penuh perhatian kau balas dengan tidak sopan

dan saat kau salah jalan, salah mengartikan
aku ingatkan dengan teguran
aku ingatkan dengan pemanggilan, bahkan
ayah bundamu pun kerepotan hilir mudik ke sekolah
kau pun tak jua ada perubahan
dan saat kau sangat sangat keterlaluan
kau tebar virus ketidaktertiban
kau bangga dengan ketidakdisiplinan
kau puas dengan polah tingkah kemaksiatan
akankah kubiarkan kau masuk kawasan buram esok
akankah kubiarkan kau tersesat di alam kenistaan
atau
AKAN KAU SERET AKU, KAMI, KE RANAH HUKUM, SEKARANG

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...