""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 16 Februari 2010

Pekat Mendung Malam Ini

Pekat mendung malam ini tersibak tiba-tiba
pisau cahaya belah awan dan getarkan sukma
gemelegar menggemuruh susupi gendang telinga
korneaku hanya pandangi pisau cahaya menjadi akar langit

aku yang terpekur entah kenapa membisu
nafasku memburu
jiwaku memburu
entah apa yang aku inginkan

kucoba rangkai sajak
rangkai syair nyanyian hati
yang hanya bisa aku nyanyikan
tanpa iringan orkestra rasa

pekat mendung malam ini
kembali aku bergulat dengan pisau langit
terpekur saksikan akar langit sentuh bumi
entah apa yang aku inginkan

sementara entah dimana
sketsa yang dulu pernah kutulis dan kulukis
seakan menghilang
musnah ditelan alam

cahaya dilangitkah kau saat ini
siapakah mendung dan awan yang selalu menebal
aku hanya bisa terpekur kembali
tuk temukan sketsa yang hilang

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...