""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 15 Maret 2010

Pada Awan Merah yang Gugur Senja ini

Pada awan merah yang gugur senja ini
tertulis liku sajak dalam benakku
merah meradang dalam otakku
hanya perih pedih menggores tiap lara kataku

Pada awan merah yang gugur senja ini
serupa senyum dan bulan tersungging
mewarnakan muram
menggores langit tanpa sapakan awan

Pada awan merah yang gugur senja ini
wangi pucuk muda tlah sirna
titisan kalbu menari berteman senandung mimpi

Pada awan merah yang gugur senja ini
kutitipkan mimpi padamu
semoga tak diterpakan angin
rebah dan manjalah di pelukku
wahai kau yang kuimpikan

1 komentar:

Penghuni 60 mengatakan...

Puisinya bagus bgt.
saya jg pnya byk puisi tp syg cm numpuk di lemari semua...

:)
salam kenal bwt yg bikin puisinya.

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...