""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 11 Maret 2010

Di Kereta ini Kita Bertemu dan Berpisah

untukmu yang pernah singgah sesaat di kereta mimpiku
aku ingin kabarkan padamu
semalam kau tlah duduk bersamaku dalam gerbong ini
bersama membisu dalam temaram malam

derit gerbong tlah bisukan hati kita
tlah satukan haru dan rasa di jiwa
meliuk ular besi singkap malam
terabas pedesaan hingga pantai penghabisan

aku yang terduduk di gerbong kereta
sesaat lihat langkahmu gontai perlahan
menapaki karpet merah tinggalkan aku sendiri
aku tak tahu makna senyummu

tatapan tajam korneamu penuh makna luruhkan rasa
lambaian jarimu karamkan luka
menganga akut dalam balutan hampa
aku hanya termenung pandangi jendela

kau pun melenggang tinggalkan
gerbong
aku
kenangan dan
mimpi
kita bersama

aku ingin kabarkan padamu
seringkali kubersandar dikursi gerbong ini
syahdu terasa tiap kali lewati kotamu
mata ini pun tak lelah pandangi jendela
sekedar tuk menatap dan mencari
masih adakah bayangmu
masih adalah kerlingan matamu
masih adakah lambaian jarimu
dan masih aadakah aku di sudut matamu


Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...