""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 22 Maret 2010

Ada Sukma Merintih Setia Menyapamu

Tanah ini masih basah sisa rintik sore tadi
matahari tlah purna tugas bersama sang camar
derak dahan dan ranting dikejauhan
terus berderak ditiup angin gunung malam ini

gelap masih pucatkan langitku
tipis bergulung seliputi sang sabit membisu
sesekali kilat menyambar
di langit jauh di atas sana


aku yang membeku semakin dingin
membeku bersama rindu
dinding tlah berlumut rindu
mulai retak tergoncang waktu

kuraba kembali sisi hati ini
agar pintu tetap bisa terbuka untukmu
agar pintu menyambutmu saat engkau datang
walau sekedar menjenguk hati ini

bayangmu dalam hatiku
adalah kilat yang membelah langit di atas sana
membias cahaya walau sesaat

walau rembulan hanya sabit malam ini
senyummu seakan kembali menampar kenangan lalu
ada lembaran-lembaran hasrat tersketsa
di sini masih ada sukma merintih setia menyapamu


1 komentar:

Lia_Lovaa mengatakan...

Puisinya so sweet banget..ada kesan yang mendalam banget yang lia tangkap dari puisi ini, seperi seseorang yang sedang merindukan kehadiran seseorang yang sangat disayanginya..apa benar begitu??

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...