""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Senin, 31 Mei 2010

Saat Wajahmu Rengkuh Purnama

kurangkai sajak ingin ku jadikan purnama
bait-bait alur terangkai dalam sajakku
kububuhkan kata “purnama mendekap dirimu dalam hangat”

langit tak lagi ramah,
awan berarak menuju samudra tinggalkan aku di pantai kuta
tiba-tiba tersketsa wajahmu bak purnama
Ada kehangatan menerobos garis-garis rasa
saatwajahmu rengkuh purnama
Tatapanmu sejukkan udara di ruang hati ini
sayup kudengar degup jantungmu berirama rasa

Kusuguhkan rindu hangat dalam sajak
biarlah uapnya menyatu disudut hatimu
terbayang kembali wajahmu merona
Majnun kan tetap lisankan kata-kata
Laila pun takjub tersipu terbelenggu rasa
Tapi purnama tetaplah purnama
Walau langit tak lagi sempurna

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...