""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 22 September 2011

Suatu Hari di Negeri Gurindam






Hari belum begitu tua saat kuterapung
terombang ambing diatas "Pong-pong"
melaju diantara biduk yang bersandar pada jangkar

begitu kecil aku bersandar pada tali
bisikkan kalimat cerita tentangmu "Andai Kau Ikut?"
akan kita rangkai cerita ditengah lautan kepulauan Riau

Detik-detik berpacu dalam nadiku seirama gelombang
aku mimpi malam ini kuseberangi selat diantara
pulau-pulau kecil sekitar tanjungpinang

bersandar pada tali kupandang kubah kuning tegak tegar
"penyengat" telah kulabuhkan sesaat disajadahMu
teriring syukur ku tlah sampai dinegeri masa lalu

di negeri pujangga kutatap istana melayu
di negeri pujangga kubaca karya itu
di negeri pujangga kulihat persemayaman itu

kutatap laut biru
pesisir memutih menghampar
kusimak suara angin membisik
mengungkap rindu pada sajak-sajak tentangmu

1 komentar:

aa'kaslan mengatakan...

mengalir...
indah laiknya biar pelangi

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...