""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 09 November 2011

Senja, Hujan dan Tatapanmu

Kobar merah dalam gerimis senja yang dingin
percik hangat memencar cahaya menggubah rasa
Indah kelopak tebarkan warna hingga batas khayal

kabut senja diantara rintik satu satu selimuti
indah lengkung alismu
sisa embun entah dipagi keberapa masih saja
basahi rambut harummu

lembayung tergelar memerah diantara himpitan mendung
semburat pelangi pun menyusup indah diantara korneamu

rintik satu-satu makin menderas mengalir menetes
dan membentuk sajak-sajak tentangmu

aku masih saja tiada dapat mengelak dan berlari
hingga rakit kesunyian menderu menyibak sungai imajiku

bening rintik menderas hadirkan arus belaimu
sebening tatapanmu hanyut bersama hujan dan senja

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...