""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 20 Januari 2012

Samar Bulan dan Awan Hitam Berarak


semalam ada yang datang menjengukku
bersama samar bulan susupi lubang angin
berkata lirih "aku lelah menembus awan"

seperti sedih yang kusut merayap rasa pada dahan
reranting pun menopang menggigil di sudut pekarangan

semalam ada yang datang menjengukku
bersama samar bulan susupi lubang angin
berkata lirih "aku tak ingin lihat muara sungai di sudut korneamu"

mengalir pelan rasa duka
makna yang tereja dari lirih kalimatmu
menyusup kembali pergi
dalam pelukan awan hitam berarak

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...