""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 27 September 2013

Pada Malam di Bawah Langit Jakarta

Menatap pelangi pada bayang lampu taman
arungi batas kesunyian 
pandangi lengang Monas di antara air memancar
kau hadir ketuk jendela hati


Taman jiwa bernyanyi pada rerimbun rindu
entah kapan kan endingkan cerita pada alur mimpi
diksi-diksi rasa bergandengan ungkap makna
mengharu peluk malam

bersandar pada pundak kehidupan
di bawah langit Jakarta 

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...