Saturday, July 20, 2013

Sajak Rindu


Pada tipis tirai putih ini aku berkata
rasa pun berpendar tiap kumasuki
mengendap perlahan menyeruak

pada putih selimut ini aku berkata
aku selalu saja melihatmu terbaring di sana
menunggu setia kerinduan pada sebuah rendevous



pada dingin ruang ini aku ingin bercerita
rasa ini meronta
membara
dekap erat rautmu
sandingkan kata akhiri sajak rindu



@Hotel Horison Bogor 2013

Thursday, July 11, 2013

Semangkuk Puisi Kuhidangkan Untukmu

senja beringsut sambut bedug puasa kedua
tanpa senyum perpisahan matahari pada lembayung merah
tertawan sebuah hati pada kabut gerimis

semilir mengecup hening
lunglai pada kain putih gugur di ujung senja
sunyi menetes pada rintik

tersibak senyummu
merekah antara remah jendela mengintip
bagai bara kata masih sinarkan asa

sementara semangkuk puisi kuhidangkan
untukmu yang di sana
antara senja mendung dan gerimis
di yogyakarta merindumu

Sunday, July 7, 2013

Seiring Mimpi Rebah di Pundakmu

Mencecap bibir mengulum kata
getir membahana seketika bila mengingatmu
senja selalu membuka kenangan

malam selalu tutup aurat tepat ketika
matahari lelah menjaga

dingin ini hantarkan aku
setubuhi wangimu menjaga lelapmu

sajak pun menguntai tanpa bisa aku cegah
seiring mimpi rebah di pundakmu

Wednesday, July 3, 2013

Dalam dingin Selorejo

Remang memerah mengambang di selorejo
rebah tenda-tenda putih menggigil
berselimut angin lembah mempurba

ranum kuntum mewangi di gelung hitamnya
manja bersandar
lelap dalam hangat membelai jiwa

Wednesday, May 29, 2013

Sebelum Gerimis Merintik

sekejap pandangmu hempaskan rasa
bersandar pada pundakmu mencari setapak
nanar terpenjara cahaya pada simpul ranum
mencari makna pada senyum kerinduan

sekejap pandangmu rebahkan kata
berlembar kenangan tergelar
pada ombak cerita berlabuh


sekejap pandangmu satukan rasa
pada senja berselimut mendung
sebelum gerimis merintik
pandangmu menghilang
kecup kabut malam menjelang

Friday, May 3, 2013

Nang Ingin Belajar Tenang

"Mak, mengapa kita ada di sini"
Nang tiba-tiba bertanya pada emak senja itu
Emak masih asyik saja dengan piringan cd lagu pilihan
suara memekakkan telinga masih menggema
di sepanjang gang perumahan itu

"Mak, aku pengen tinggal di rumah seperti teman-teman
ada halaman, ada pohon, ada burung dan menghadap sawah Mak"
Masih saja Emak asyik memilih lagu dari pembungkus cd bajakkan
Pelantang suara itu pun sudah di tangan Emak
Musik  perlahan mengalun dan Emak asyik mendendangkan lagu

Nang berlari ke kamar karena tak tahan dengan suara keras irama melayu
"aku hanya ingin belajar dengan tenang, aku hanya ingin seperti kupu-kupu
terbang dengan sayap yang indah suatu saat nanti, aku ingin seperti di sekolah,
tapi mengapa mak tidak pernah mau mengerti "

Sementara di luar kamar emak tertawa riuh
bersama tamu yang datang silih berganti kembali menyeruak
bau minuman denting gelas terdengar di sela-sela nyanyian Emak
"aku ingin bertanya pada siapa mak, Nang banyak tugas,
nang tidak hanya butuh uang Mak, Nang butuh bimbingan, 
Aku ingin Emak menjadi guru bagi masa depan Nang"

Tuesday, April 9, 2013

Aku Masih Saja

Aku rindu akan sapamu
ketika kau warnai duniaku dengan kata mesra
angin belai bersama rindu yang menghembus
membawa arah entah pada titik senja
aku masih saja seduh lara dalam secangkir luka
menikmati
pedih yang selalu terhidang




Saturday, April 6, 2013

Ku

kupinang rindu pada pagi yang muram
kusunting rindu pada embun yang bening
kusulam rindu pada hari menjelang
rindu bukanlah kamu
rindu adalah sajak tentang kamu

Saturday, March 23, 2013

Berucap Lirih

Aku hanya bisa lirih berucap
diantara rengkuh pekat
pucat berarak rebah dalam sendu
adakah kamu kan bersandar
di pundak cakrawala
hingga lahir fajar dalam prematur kenisbian

Monday, March 18, 2013

Malam Berpendar dalam Ghaib Hati

Malam berpendar dalam ghaib hati
bayangan kembali berkelebat di antara rekah awan
berarak terselip siluet sabit bersinar kerlip
bersama kebekuan lesap dalam catatan harian

tereja jiwa lari di sergah mendung
masih ada janji yang mesti ditunggu
parau gagak malam terjemahkan risau

lahirlah kata-kata dari rahim duka
rebah dalam sajak tentang ghaib hati


Thursday, March 14, 2013

Sepenggal Syair dalam Segelas Madu

Kuhidangkan sepenggal syair dalam segelas madu
larutkan racun dalam catatan biru
usah kau lara rasa yang mendera
kau benar-benar telah lupa
bahwa kau pernah singgah dan bercanda
hingga lenyap sirna kala kuterjaga

setetes syair kureguk dalam segelas madu
seteguk racun bagai candu
bahkan bergelas mungil kuseduh
merobek luka pada kerongkongan
meluruh hingga lukai hati

luka pancarkan darah airmata
mengalir secawan
bagai madu syair mengumandang

biarlah kubenam dalam ingatan
ini bukan tegukan terakhir

Sunday, March 10, 2013

Rembulan Kesepian

Merintik gerimis semakin menderas
gelap pekat tajam menghujam
semayup menggema teriakkan rasa
lelah mengharap istirah
gemerisik bagai alunan hati

malam ini di belahan bumi
di antara bongkahan cadas
kembali kukabarkan padamu
tentang rembulan kesepian
rembulan itu menggantung di ujung malam
pagi yang prematur sandingkan rasa
sepi menikam
ujung kerinduan membisu
rasa tertepikan
membiru beku

Friday, March 8, 2013

Panas dan Luka

Panas siang ini taburkan bintang di mataku
menusuk menggores luka
kuhapus dengan ujung jariku
serasa menyentuh simpul di pipi ranummu
perih duka ini
terselip lisan berbingkai doa