""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 14 Maret 2013

Sepenggal Syair dalam Segelas Madu

Kuhidangkan sepenggal syair dalam segelas madu
larutkan racun dalam catatan biru
usah kau lara rasa yang mendera
kau benar-benar telah lupa
bahwa kau pernah singgah dan bercanda
hingga lenyap sirna kala kuterjaga

setetes syair kureguk dalam segelas madu
seteguk racun bagai candu
bahkan bergelas mungil kuseduh
merobek luka pada kerongkongan
meluruh hingga lukai hati

luka pancarkan darah airmata
mengalir secawan
bagai madu syair mengumandang

biarlah kubenam dalam ingatan
ini bukan tegukan terakhir

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...