""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 23 Januari 2011

Berderak pada Sajak

Runtuh dedaun ranting dihujam puing-puing gerimis
hingga lubang luka menganga membiru dan membatu
lengking burung gagak mengusik tiap liang usik senyap
dalam gelap rasa menginggau

lirih suara parau tak terabjad terucap tertekan dalam
sudut otakku
berpilin bagai labirin membentuk relief relif ilusi tentangmu
rembulan tetap terselubung mendung
imajiku tersulut pada retak malam

terpaku saksikan serpih rasa terserak angin mendesah menggamit resah
kaku pun berderak terhenti pada alur yang takluk pada sajak.

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...