""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 26 April 2011

Sepi dalam Cerita Sajak Bisu

Begitu sepi dan hening sesaat gerimis tinggalkan malam
sepiku larut bersama gigil dingin rengkuh kelam
kan kucari kemana keriuhan untuk malam ini
haruskah kubangunkan bayangmu tuk temaniku?

jangan kau paksa aku tuk cerita tentang sepi ini
catatan itu telah tertoreh alur tentang rasa
rasa yang penuh asa, kemarahan bahkan kerinduan

detik yang terus berdetak bersama kalander bisu
perlahan mengubur dan tanggalkan nisan sepi

lalu muncullah bayangmu kau raih jemariku dan paksa
tuliskan sajak tentang sepi yang berlalu
tajam kornea dan senyum khasmu pun
menjadi tema dalam sajakku
walau sajak bisu cerita ini masih indah tuk dibaca

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...