""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 30 April 2011

Dirimu yang Menderai di antara Kata-kata

Berlalu detik dan menit seiring detak kehidupan sajakku
sepi seusai badai gerimis di ujung malam

Dirimu yang selalu bersemayam dalam sajak-sajakku
Kurangkai kata untuk sekedar menggeliat dari sebuah kebekuan
kucipta sayap untuk sekedar terbang dari sebuah kerinduan
tetap saja engkau yang menderai diantara kata-kata

tak mampu kuterjemahkan arti dari seratus sajak yang tlah kutulis
tak mampu kuimajikan dirimu dalam pelupuk mataku
hingga luka di setiap kata-kata meleleh perlahan
menderas bersama sapamu yang menghilang

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...