""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 28 Januari 2010

Serpih-serpih Berserak dalam Keruh Ombak Pesisir


aku tulis sajak ini

saat mendung kembali singgah di langitku

gumpalan awan bagai serpih serpih yang terserak

berarak munculkan kembali kisahku dan kisahmu


aku ingin memberi kabar padamu

bahwa biduk tak lagi melaut

bahwa jaring tak lagi tersebar

keruh laut kecoklatan tlah kotori pesisir

tentu kamu tak tega lautmu tercemar


sengaja aku tulis sajak ini

ingin kembali rangkai serpih serpih yang berserak

ingin kembali kenang segala yang pernah ada

hingga keruhnya ombak kembali bening

hingga biduk tak lagi hanya mendengkur

hingga jaring kembali tersebar

hingga pesisir tersenyum tuk sambut bayangmu


aku tulis sajak ini

tatkala kau membayang

kau berlari kejar kepiting kecil

dihalusnya pasir yang manjakan telapakmu

kau pun berteriak dengan senyum simpulmu


Kurangkai kembali semua itu hari ini

kala pesisir tak lagi bisa kau sapa manja

kala pasir tlah berubah jadi lumpur


biarlah lumpur dan keruh ombak

tak lagi seperti dulu,

hati ini masih sapa serpihan serpihan bayangmu

tiap kali kumelangkah di pesisir ini





Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...