""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 07 Januari 2010

Ketika Aku Kehilangan Kata-kata

Terhempas ombak berkali karang tiada bergeming
sementara mendung masih saja bergelayut tebal di pesisir ini
Aku tertunduk kehilangan kata-kata
Mulutku t’lah lelah ungkapkan rasa
Hingga mati rasa, mati kata
Kutak peduli lagi apa kata camar dipelukan angin pesisir

Hari pun seakan lelah menyapaku
bahkan bulan pun tak sadar tlah kuarungi
aku tak pernah temukan lagi kata hilang itu
letih aku rangkai kembali, kini pun lenyap tanpa muara
Mencarinya pun kini ku tak tahu entah ke mana?

ingin lupakan semua kata itu
perlahan kususun rangkaian sajak baru
kumulai tautkan kata frase klausa hingga kalimat baru
Kembali sajakku kini dengan kata-kata baru

aku terisak ketika kutemukan kata-kata baru
teringat mawar yang pernah mekar
Kuresapi dan ku rasakan
Walau mungkin suatu saat nanti mulutku tak berhenti eja
ku sadar seperti menemukan kata-kata yang hilang itu
Ya, aku berharap hati ini mampu bersajak lagi dengan kata-kata baru
seiring angin yang berhembus di pesisir ini
karang pun tetap terhempas ombak
dan aku makin tertunduk di bawah nyiur

3 komentar:

Ahmad Ramadani mengatakan...

kata katanya bagus... :)
tapi saya enggk pandai merangkai kata2...
kalau nulis lirik lagu, bisa sih dikit2. he..he..
lam kenal yah..

Rizal saputra mengatakan...

puisi yang bagus,salam blogger

rahmatea mengatakan...

meski saya tak pandai merangkai kata kata hingga menjadi bait bait puisi, tapi saya masih bisa merasakan indahnya padu padan kata yang saling tersusun dengan indahnya.......

salam kenal dan bolehlah ajarin cara membuat puisi

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...