Thursday, January 21, 2010

Gerimis dalam Sajakku

Seperti pagi-pagi yang lalu
sajak terbata per kata dan per bait
dingin beringsut memelukku
kau pun berkali membayang
tersketsa dalam tiap tetes embun

matamu dan hatiku tlah tersenggama rasa
aku pun berlari tatap langit
adakah matahari di sana

kusapu langit perlahan
yang ada hanya kemuraman
kepucatan
dingin kembali hadir
hingga berkali kubunuh rindu ini

sajak menetes satu satu menghujam bumi
semakin menusuk
semakin membasah
terpekur aku dalam buaian gerimis
tuk kembali bunuh rindu ini

1 comment:

Unknown said...

jangan dibunuh rindu itu..biarkan dia tumbuh mestipun tak boleh terus berkembang.