""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Kamis, 21 Januari 2010

Gerimis dalam Sajakku

Seperti pagi-pagi yang lalu
sajak terbata per kata dan per bait
dingin beringsut memelukku
kau pun berkali membayang
tersketsa dalam tiap tetes embun

matamu dan hatiku tlah tersenggama rasa
aku pun berlari tatap langit
adakah matahari di sana

kusapu langit perlahan
yang ada hanya kemuraman
kepucatan
dingin kembali hadir
hingga berkali kubunuh rindu ini

sajak menetes satu satu menghujam bumi
semakin menusuk
semakin membasah
terpekur aku dalam buaian gerimis
tuk kembali bunuh rindu ini

1 komentar:

Lia_Lovaa mengatakan...

jangan dibunuh rindu itu..biarkan dia tumbuh mestipun tak boleh terus berkembang.

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...