""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 21 September 2010

Renungkan dengan Hati terdalam

Dia bertanya kepadaku dengan lembut..

“Apakah kau mencintaiku karena kecantikanku?”

Dan aku sekuat tenaga berkata bahwa aku tak seperti itu..

Hingga hatiku terasa begitu berat..

Dia berkata kepadaku dengan sangat lembut..

“Kenapa kau mencintaiku?”

Dan sekali lagi lidahku begitu sibuk mencari kata yang tepat..

Hanya tuk meyakinkan dialah orang yang tepat untukku..

Kemudian dia berkata dengan sangat-sangat lembut..

“Kalau begitu..jangan kau mencintaiku karena jawabanmu itu..”

Dan dia tersenyum..

Aku bertanya kepada diriku sendiri..

Bila aku benar-benar mencintainya..

Kenapa aku harus begitu berat mengatakan kejujuran yang ia pinta?

Bila aku benar-benar menginginkannya untukku selamanya..

Kenapa aku harus membiarkannya pergi begitu saja?

Dan kini aku sadar..aku hanya melihat dengan mataku..

Aku mencari cinta karena inderaku yang duniawi..

Aku tak melihatnya dengan hati dan jiwaku..

Bukankah itu sebaik cinta yang kita impikan?

Aku melihatnya sebagai makhluk yang sempurna..

Aku melihatnya sebagai orang yang begitu tepat untukku..

Dan itu membuatku mencintai dunianya saja..

Perempuan itu..yang begitu saja meninggalkanku..

Mengajariku arti cinta yang baru..

Tentang peluruhan jiwa dan jasad untuk jatuh cinta..

Karena cinta tak sesederhana itu..


Catatan Sahabatku

Novanka Radja

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...