""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 19 September 2010

Senja pun Tak Lagi Simpan Cerita Kita

Aku tak tahu kenapa tak bisa lagi tulis sajak
entah tak ada lagi kata yang lukiskan tuk menulis tentang kamu
atau bahkan diriku sendiri

Bising dunia terlalu berisik membuat aku tak mengenali suaramu
atau bahkan suaraku sendiri

aku beritahukan padamu bahwa pantai yang sering kita singgahi
kini becek oleh nanah yang seharusnya tak tumpah
jalan berkelok, berliku yang sering kita lalui
kini tertutup geram dan marah

senja pun tak lagi simpan cerita kita
bahkan cinta telah dionarkan kebencian
daging bernama kasih sayang yang selalu kita manjakan
kini terpanggang kebencian

entahlah aku tak bisa menulis sajak lagi
tentang kita tentang diriku dirimu
aku pun tak tahu harus mengeluh pada siapa

Biola itu tlah tak berdawai
gitar itu tlah putus senarnya
seruling itu tlah rusak lobangnya
aku tak mampu perbaiki semua

kulihat langit muram tiap waktu
mendung berarak selimuti duka dilangit kita
aku benar-benar tak bisa lagi menulis sajak
sajak tentang kita


Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...