""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 04 Mei 2011

Mengapa Masih Ku Tulis Sajak-sajak

Aku termenung ketika orang bertanya
"mengapa masih saja kau tulis sajak-sajakmu"
pada sepi yang tak bertuan

aku susuri setapak langkah pada bayang kehidupan
aku masih dapat melamun mencari senyum yang hilang
membakar semua kenangan yang tak sempat
kukemas dalam kotak kerinduan,
karena badai dan hujan telah terlanjur membawamu

aku punguti jejak pada tujuan,
berharap bisa bergandeng tangan lepas kerinduan
kau yang terbawa angin tak tahu lagi makna kerinduan
sedangkan pelangi masih saja kuharap lingkari bulan

Aku termenung ketika orang bertanya
"mengapa masih saja kau tulis sajak-sajakmu"
pada sepi yang tak bertuan
aku mencoba mengerti isyarat mendung pada langit
agar kutemukan pelangi lingkari bulan

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...