""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 16 November 2011

Kau Rebah dalam Hangat Gelisahku

Pekat kembali hadirkan sepi
sepasang kunang-kunang bermain di antara rintik satu satu
dan kelebat kelelawar bermain di daun daun basah
kembali membuka cerita pada sajak yang ku tulis

teringat kala engkau masih menjamahku dengan tatapanmu
kamu adalah roh dalam kenangan berserak
ingin kembali kusketsakan dalam bingkai dinding bisu

angin tak pernah bosan bisikkan resah
hingga kau rebah dalam hangat gelisahku
mungkin kau tahu, kau selalu ajarkan aku rasanya sendiri

gemetar bibir memaksa eja namamu
hingga musim memasung luka membuncah sajak pilu
di dingin ampenan kutunggu sapamu

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...