""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 16 November 2011

Sajak dalam Senja Meremang

Menatap mendung berarak di langit Ampenan
semburat merah pun terselip tiada merona
kutuliskan sajak tak sengaja terbawa dari bayangmu
ke beranda kelabu dan sepi memagut luka menganga

aku tulis sajak luka kupetik dari awan berarak
bagai sekerat hujan merintik tiap detak
rindukan menatap jernih korneamu bagai angin
sejukkan tangkai layu di musim hujan

kuyakin langit dan senja kan mekarkan embun esok
pada jejak yang pernah kita lalui
biarkan rintik menari di dedaun, lalu
menetes sejukkan sajak luka pada senja meremang

Tidak ada komentar:

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...