""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Sabtu, 10 Desember 2011

Purnama Menari

Purnama membuncah merah bawa sekelebat bayangmu
tinggalkan jejak aroma tubuhmu, menyeruak singkap cerita lalu
kulukis kembali remah-remah wajahmu, kurangkai satu-satu
hingga senyum itu, lengkung pipimu abadikan sajakku
kau hadir meliuk menembus dimensi imaji
debur irama hati berkejaran iringi langkahmu
kau gandeng aku dalam wangi tubuhmu di remang purnama
"aku butuh bahumu tuk sekedar bersandar"bisikmu
aku pun luruh dalam getar tubuhmu
mengalir kesejukkan seiring irama nafasmu
aku pun maknai aksara jiwamu dalam senandung purnama
arungi mimpi imaji bersamamu
menari, meniti malam dalam gigil dedaunan
lahirkan pelangi dan nyanyian hati dalam sajak kenangan

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...