""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 07 Februari 2012

Inginku


Tak bisa kubohongi, semakin mencari siapa aku, dan berpikir apa yang hatiku inginkan, semakin aku tak tahu. tapi, kali ini hanya bertahan dengan kata "Ingin", atas apa yang menang aku inginkan.

Aku kadang berpikir untuk menjadi orang lain, Kita hidup memiliki kesempatan untuk memilih, dengan diam, berteriak, atau bahkan menggertak. Aku sering diam disisimu meskipun kau bahkan tidak ingin melihatku. Ada rasa yang tetap ada dan tak akan berubah serta tak bisa kuhindari, tapi aku yang tahu dan kusimpan sendiri.

Aku bersyukur masih cukup kuat untuk bertahan, aku hanya butuh bahumu untuk sekedar bersandar sesaat. aku tidak akan dapat membayangkan cerita apa yang ada di masa yang akan datang tentang kita. aku masih bisa mendengar dan melihat, bairlah telinga dan mataku yang akan memilih mana yang kudengar dan mana yang kulihat, sedangkan tangan ini tak mampu lagi untuk sekedar menggenggam.

Semua sudah berlalu, memilikimu adalah seperti menangkap angin, akar itu masih saja lapuk, aku tidak ingin kau maupun aku berpegang. jangan kuatir aku masih bisa tersenyum. aku percaya kau masih ada.

aku hanya berharap kamu masih ijinkan aku sekedar menatap mata indahmu hingga perasaan ini masih saja berkelana dalam anganmu yang tidak bisa bahkan untuk aku sembunyikan sekalipun.

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...