""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Minggu, 12 Februari 2012

Senja lukiskan kamu


Kembali senja buka catatan tentangmu
cahaya jingga memerah itu tajam melukis gurat wajahmu
dilangit yang abu-abu kau hadir

lirih kudengar bisikmu bersama segurat senyum
cahaya memancar perlahan di sorot korneamu
memencar harapan dari letih perjalanan

beringsut kau menghangat sesaat sebelum gelap
kau lambaikan jemarimu memercik semburat terakhir
lalu sepi, kau sembunyi dalam sajakku
seperti perempuan desa, tinggalkan gelanggang
saat malam usir senja meremang

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...