""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 17 Februari 2012

Tepat pukul 22.46


Detak masih setia pada detik menjemput pagi
berputar sapa angka bisu, rasa pun
bergelut dalam resah hampiri malam,
aku yang masih saja tempatkan kamu dalam
perenungan diri

mencatat waktu dalam memori hati
sandingkan kenangan dan perjalanan
ditiap syair sajakku

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...