""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 10 Oktober 2012

Kucium Hangat Mendung

Kucium hangat mendung
berharap singkap gelap dalam sentuhan dingin malam
mendung masih berarak di langit Jakarta
di atas tugu proklamasi bulan sabit mengintip dan sembunyi

tenggelam jagat hentikan langkah
menghampar bisu bebaskan jiwa
dari kefanaan dunia

kucium hangat mendung
berharap singkap gelap agar kau menjelma
seperti lengkung emas terpahat abadi pada ranum pipimu

ah hangat mendung masih saja berarak
sembunyikan lengkung itu
kuharap pundakmu rindukan sandaran sajakku

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...