""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Selasa, 20 Mei 2014

Azimat Pemakaman Hati

Lalu di mana akan kusemayamkan jenazah hati yang kau penggal,
waktu kian gelisah, tak mampu sumpahi tanya yang membuncah.
luka terkafani mendung memucat bersandar pada kenangan lalu
kau tlah ucap pada senja cerita tentang tepian indah
entah kapan lagi kan ziarah pada nisan bisu
jangan  kau rapal azimat tentang catatan lalu
tlah kau hapus semua, dalam sekejap tertatih,
cengkeram tanah merah teteskan peluh menahan luka
menepi sendiri pada puisi "pemakaman hati"



17 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...