""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 18 Desember 2009

Bersemayam tiba-tiba senyummu disudut sukma

Bersemayam tiba-tiba senyummu di sudut sukma
saat waktu tasbihkan kau berlalu
tangis angin menukik di sudut gedung
dan seratus kornea mata memandang senyum itu
menembus asa yang tak tersampaikan

siapa yang pahatkan rasa ini,
kala senyummu yang mungil
bagai pualam murni bersorak
dalam senja lahirkanmu

senja terlalu merah dan langit pucat di titik-titik peluhmu.

aku lukis dan kenang
garis biru di antara kelopak matamu
tipis dan lembut di setiap angan

seekor kupu-kupu tlah taburkan benih
hingga tumbuh aneka warna
seperti pendar pelangi....

Bersemayam tiba-tiba senyummu di sudut sukma
saat waktu tasbihkan kau berlalu
ku kenang saja senyummu itu



3 komentar:

sawali mengatakan...

wah, saya kok belum bisa membayangkan orang yang tersenyum di sudut sukmanya, hehe ...

nuansapena mengatakan...

indah dan mengharukan, senyuman membuat semuanya jadi tambah indah! Apalagi di relung sukma!

Latifah Hizboel mengatakan...

Senyuman indah direlung sukma ...hmm..puisi yg indah seperti biasa...

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...