""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Jumat, 25 Desember 2009

Saat Kusandarkan Siluet Bulan pada Langit Kerinduan

Mimpi yang rebah dalam pangkuan malam
ku eja kata yang melekat ditiap labirin otakku
kau pun berikan belaian mimpi lewat tetesan satu-satu
di tiap denting atap kerinduan

kepergianmu tlah mengalirkan sajak-sajak malam tanpa rembulan
meski kata-kata terjalin dalam sajakku
tapi mimpi itu tetap penjarakanku

mungkin malam ini takkan berhenti kurangkai sajak
meski bulan tak hadir indahkan langit malam, tapi kuyakin
esok embun kan tetap teteskan tangisnya di ujung ilalang


siluet mimpi pun terus mengalir seperti nyanyian kerinduan
di tiap detik yang berdentang diantara deret angka yang membisu
saat kusandarkan siluet bulan pada langit kerinduan


1 komentar:

Seiri Hanako mengatakan...

langit kerinduann itu sampai di manakah batasnya?

salam kenal..

Meruang dalam Dingin Juanda

Hembus mengalun petikan, alunkan syair alirkan makna Hening ruang tunggu terbius merdu nyanyianmu Bukan sosokmu yang membiusku Makna ...