""Biarlah hati temukan kata-kata, biarlah kata-kata membentuk sajak ataukah prosa, dan biarkan makna mengalir seiring detik kehidupan""

Rabu, 09 Desember 2009

Sebuah pengakuan

Kesibukan telah bikin aku terbelenggu dalam penjara retorika. Sebuah kenistaan ketika aku melupakan sastra, aku benar-benar tidak percaya. satu bulan penuh aku terombang-ambing institusi dan keformalan. jiwa seni dan sastraku dalam berbahasa pun perlahan memudar seiring keformalan yang sering aku lisankan. kini aku pun kembali merangkak perlahan tuk bangkitkan jiwa yang meradang. maafkan aku teman, apabila abaikan sastra selama sebulan terakhir ini.

1 komentar:

rericinderella mengatakan...

ternyata seorang pak didik bisa kaya gitu juga.
sekartang aku yang mulai merangkak kembali untuk belajar menulis lagi

Pada Langit Jakarta Aku menatap

Langit hempaskan ilusi bersandar pada pundak waktu berbicara pada bayang berserak di luar jendala aku yang hanya kecil terpana pada senj...